Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melanjutkan kunjungan kerjanya di Aceh pada Sabtu (21/2/2026), hari ketiga lawatannya. Ia meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya untuk memastikan percepatan rehabilitasi serta penanganan pengungsi berjalan optimal. Sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Mendagri menekankan komitmen pemerintah pusat dalam pemulihan pascabencana.

Agenda hari ketiga dimulai di Lhokseumawe dengan pelaksanaan salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahman. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Aceh dan Wali Kota Lhokseumawe, yang menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Selanjutnya, rombongan Mendagri bergerak menuju Kabupaten Bireuen. Di sana, Tito Karnavian meninjau pengerjaan Jembatan Krueng Tingkeum – Jembatan Kuta Blang, dengan fokus pada percepatan pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana. Pada kesempatan tersebut, Mendagri juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap proses rehabilitasi sosial dan ekonomi.

Dari Bireuen, kunjungan dilanjutkan ke Kabupaten Pidie Jaya. Mendagri meninjau area persawahan yang sempat tertimbun akibat banjir hidrometeorologi beberapa bulan lalu. Bantuan juga diserahkan kepada pengungsi dari Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Rangkaian kegiatan hari ketiga ditutup dengan buka puasa bersama masyarakat di Gedung Area MTQ Pidie Jaya, dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah. Momentum Ramadan ini dimanfaatkan untuk memperkuat kedekatan pemerintah dengan warga sekaligus membangun semangat pemulihan bersama.

Hari Pertama: Tinjau Permukiman Terdampak di Aceh Tamiang

Kunjungan kerja Mendagri Tito Karnavian di Aceh dimulai pada Kamis (19/2/2026) di Kabupaten Aceh Tamiang. Fokus utama pada hari pertama adalah percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Mendagri meninjau langsung pembersihan lingkungan permukiman terdampak di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru. Pembersihan ini melibatkan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang membantu warga membersihkan lumpur dan material sisa banjir. Kehadiran pemerintah pusat di lapangan ditegaskan sebagai bentuk komitmen bahwa pemulihan tidak berhenti pada kebijakan administratif, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata. Sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama masyarakat di kawasan hunian sementara (huntara). Agenda hari pertama ditutup dengan salat Tarawih berjamaah di Masjid Darussalam, Kecamatan Karang Baru.

Hari Kedua: Serahkan Bantuan di Aceh Timur dan Aceh Utara

Pada Jumat (20/2/2026), Mendagri melanjutkan kunjungan ke Aceh Timur dan Aceh Utara. Sejumlah agenda digelar, mulai dari sahur bersama, salat Subuh berjamaah, salat Jumat, hingga pertemuan internal dengan jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi penanganan pascabencana. Puncak kegiatan berlangsung di Dusun Kareung, Aceh Utara, saat bantuan diserahkan langsung kepada warga terdampak. Selain penyaluran bantuan, Mendagri juga berdialog dengan masyarakat guna menyerap kebutuhan mendesak di lapangan. Kegiatan hari kedua ditutup dengan buka puasa dan salat berjamaah di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, sekaligus penyerahan santunan kepada anak yatim.