Pembalap Ducati, Marc Marquez, kembali menyuarakan pandangannya mengenai arah perkembangan MotoGP. Menurutnya, kemajuan teknologi yang pesat telah mengubah esensi balapan, di mana peran pembalap tidak lagi menjadi faktor dominan seperti beberapa tahun silam.

Peran Pembalap Tergerus Aerodinamika Modern

Marquez, yang kini membela Ducati Lenovo Team, menjelaskan bahwa kehadiran paket aerodinamika modern telah mengubah cara mengendarai motor di kelas premier. Ia merasa pembalap kini harus lebih banyak menyesuaikan diri dengan karakter motor, bukan sebaliknya.

“Motor era 2014 hingga 2016 masih menjadi favorit saya. Waktu itu belum ada pengaruh aerodinamika seperti sekarang sehingga pembalap bisa lebih leluasa mengendalikan motor,” ungkap Marquez.

Ia membandingkan sensasi berkendara di era tersebut dengan kondisi saat ini. Meskipun motor-motor modern sangat cepat, Marquez merasa ada kehilangan koneksi antara pembalap dan mesin.

“Saat ini memang motornya sangat cepat, tetapi sensasinya terasa seperti dikendalikan secara mekanis,” ucapnya, menggambarkan pengalaman mengendarai motor MotoGP di era sekarang.

Ruang Improvisasi yang Kian Sempit

Marquez melanjutkan, teknologi aerodinamika memang memberikan keuntungan signifikan dari sisi performa dan kecepatan. Namun, di sisi lain, perangkat tersebut juga secara drastis mempersempit ruang improvisasi bagi para pembalap di lintasan.

Pembalap berjuluk ‘The Baby Alien’ itu menilai bahwa setiap gerakan atau manuver yang tidak sepenuhnya sesuai dengan karakter motor yang telah dioptimalkan aerodinamikanya justru berisiko mengurangi kecepatan dan efisiensi. Hal ini menuntut adaptasi yang lebih kaku dari para rider.