Atlet para-biathlon Ukraina, Maksym Murashkovskyi, berhasil meraih medali perak pada ajang Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Pencapaian gemilang ini, yang terjadi di Tesero Cross-Country Skiing Stadium, Italia, pada Minggu (8/3/2026), diungkap Murashkovskyi tak lepas dari peran kecerdasan buatan (AI) ChatGPT dalam rutinitas latihannya.
Murashkovskyi, yang berlomba bersama pemandu Vitaliy Trush, finis di posisi kedua dalam nomor para-biathlon individu kategori tunanetra. Ia menunjukkan performa impresif dengan catatan sempurna tanpa melewatkan satu tembakan pun, hanya kalah dari atlet China, Dang Hesong, yang meraih medali emas.
ChatGPT: Pelatih, Psikolog, dan Dokter Pribadi
Maksym Murashkovskyi mengungkapkan bahwa selama enam bulan terakhir sebelum Paralimpiade, ChatGPT telah menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan latihannya. “Ini bukan hanya soal taktik. Sekitar setengah dari rencana latihan saya, motivasi, dan berbagai aspek lainnya berasal dari situ. Saya menggunakannya sebagai psikolog, pelatih, dan kadang-kadang sebagai dokter,” kata Murashkovskyi.
Menurut atlet berusia 25 tahun itu, teknologi AI telah membuka pendekatan latihan yang revolusioner, bahkan menggantikan sebagian metode latihan “klasik” yang biasanya dilakukan bersama pelatih manusia. Meski demikian, Murashkovskyi menekankan bahwa AI tidak akan sepenuhnya menggantikan peran pelatih manusia dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. “Tidak sepenuhnya, tapi sebagian tugas pasti bisa digantikan,” jelasnya.
Dampak AI di Berbagai Sektor
Selain manfaatnya dalam olahraga, Murashkovskyi juga menyinggung penggunaan AI di sektor lain. Ia menyebutkan bahwa dalam konflik Ukraina, teknologi ini dimanfaatkan untuk menemukan target dan menganalisis citra satelit, sebuah contoh penggunaan yang memiliki dampak negatif. Namun, bagi Murashkovskyi, AI memiliki potensi besar untuk hal-hal positif.
“Saya memakainya untuk belajar bahasa, proyek, kimia, biologi, dan olahraga,” ujarnya, menunjukkan spektrum luas pemanfaatan AI dalam kehidupannya.
Keberhasilan Murashkovskyi ini turut menambah koleksi medali Tim Ukraina yang hingga awal pekan ini telah mengumpulkan 10 medali, termasuk tiga emas. Sebagian besar medali tersebut berasal dari cabang para-biathlon, menegaskan dominasi Ukraina di nomor tersebut.
Kisah Murashkovskyi menjadi bukti nyata bagaimana teknologi modern mulai merambah dunia olahraga profesional. Kini, para atlet tidak hanya bergantung pada pelatih, fisioterapis, dan psikolog, tetapi juga algoritma canggih yang mampu memberikan strategi, motivasi, dan analisis secara instan. Dalam persaingan olahraga elite yang seringkali ditentukan oleh selisih sepersekian detik, ide dan analisis dari AI bisa menjadi faktor penentu kemenangan.



