Nama Andini Permata kembali menjadi sorotan publik setelah tautan video yang diduga melibatkan dirinya kembali beredar luas di berbagai platform media sosial. Fenomena ini memicu lonjakan signifikan dalam volume pencarian terkait perempuan tersebut di mesin pencari Google dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan pantauan, sejumlah kata kunci seperti “video andini”, “andini link”, “andini dan adik”, “video andini permata”, hingga “andini permata link” secara tiba-tiba melonjak dan masuk dalam daftar teratas pencarian. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warganet mengenai pemicu kembalinya kasus lama ini ke permukaan.
Penyebab pasti kembalinya video Andini Permata ke ranah publik belum diketahui secara pasti. Namun, dugaan kuat mengarah pada aktivitas sejumlah akun di media sosial TikTok dan X yang secara gencar menyebarkan tautan yang diklaim berisi video dewasa Andini. Akun-akun tersebut menawarkan “link full video” dengan iming-iming konten berdurasi panjang, strategi yang efektif memicu rasa penasaran publik.
Saat ini, Andini Permata diketahui kembali aktif di akun TikTok pribadinya. Penampilannya kini terlihat makin dewasa, menunjukkan perbedaan signifikan dari penampilannya dalam video dewasa yang sempat viral pada tahun lalu.
Kilas Balik Kontroversi Andini Permata
Andini Permata pertama kali menjadi perbincangan hangat pada pertengahan tahun 2025. Kala itu, publik dikejutkan dengan beredarnya video dewasa berdurasi 2 menit 31 detik yang diduga memperlihatkan aksinya seorang diri. Video tersebut tersebar luas di TikTok dan X.
Dalam rekaman itu, seorang gadis dengan ciri khas tahi lalat di pipi kiri terlihat berjoget mengikuti musik TikTok sambil berganti-ganti pakaian, mulai dari busana kasual bergaris, daster santai, hingga kostum yang menyerupai seragam pelayan. Video ini langsung menuai beragam reaksi dari warganet.
Keriuhan semakin memuncak dengan kemunculan sosok anak laki-laki, yang disebut-sebut sebagai adik kandung Andini, dalam video lainnya. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa dalam salah satu video tersebut, Andini dan anak laki-laki itu melakukan adegan dewasa yang tidak pantas, memicu kecaman luas dari berbagai kalangan masyarakat.
Di tengah maraknya perburuan tautan video tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa banyak akun tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan tautan yang diklaim berisi video lengkap. Tautan semacam itu berpotensi menjadi jebakan malware atau phishing yang dapat mencuri data pribadi pengguna.




