Seorang konten kreator asal Bekasi, Pandu Bone, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya dugaan ketidakprofesionalan dalam penanganan jasa promosi berbayar. Kasus ini mencuat menyusul banyaknya keluhan dari para pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) di wilayah Jawa Barat yang merasa dirugikan.
Kabar mengenai kegagalan pemenuhan kontrak endorsement ini menyebar cepat di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Banyak pihak kecewa karena dana yang sudah disetorkan untuk promosi tidak membuahkan hasil berupa unggahan konten video yang telah dijanjikan sesuai kesepakatan awal.
Perselisihan bermula dari laporan proyek promosi yang terhenti tanpa kejelasan. Pihak manajemen atau Pandu Bone sendiri dikabarkan beralasan adanya biaya kunjungan yang sudah terpakai, meskipun video promosi resmi produk klien belum ditayangkan. Kendala komunikasi disebut menjadi faktor utama yang memperkeruh situasi, di mana para korban merasa akses mereka untuk menagih hak telah dibatasi sepihak. Masalah internal dan kondisi kesehatan sempat menjadi alasan keterlambatan pengerjaan konten, namun hal itu tidak meredakan ketegangan.
Sejumlah uang dengan nilai mencapai jutaan rupiah dilaporkan masih tertahan dan belum dikembalikan kepada pelaku usaha yang telah melakukan pelunasan di awal. Situasi ini memicu perdebatan mengenai batasan profesionalisme figur publik dalam menjalankan komitmen bisnis dengan UMKM yang modalnya sangat terbatas.
Fokus perhatian publik kini terbagi antara karir sang influencer yang sedang naik daun dengan tuntutan pertanggungjawaban dari para pemilik usaha tersebut. Fenomena ini memicu pencarian informasi masif mengenai profil serta latar belakang kehidupan pribadi Pandu Bone, termasuk biodata dan agamanya.
Pandu Bone sendiri dikenal luas sebagai YouTuber dan TikToker dengan gaya komedi spontan serta interaksi unik di ruang publik. Ia sering melakukan aksi eksperimen sosial yang menarik perhatian banyak penonton, sehingga mampu membangun basis pengikut besar dalam waktu singkat. Penampilan fisiknya yang eksentrik dengan kumis ikonik membuatnya sangat mudah dikenali pengguna media sosial di tanah air. Selain aktif membagikan konten hiburan, ia juga dikenal sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang didokumentasikan melalui kanal pribadinya.
Dalam perjalanan karirnya, ia sering berkolaborasi dengan beberapa tokoh publik lainnya untuk meningkatkan jangkauan audiens dari konten yang dihasilkan secara konsisten. Keberaniannya untuk tampil beda di depan kamera menjadikannya salah satu sosok influencer yang cukup populer, terutama bagi kalangan anak muda yang berdomisili di wilayah Bekasi tersebut.
Reaksi netizen di kolom komentar menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap sikap yang ditunjukkan sang kreator dalam menanggapi keluhan kliennya. Banyak pengguna internet menyayangkan perilaku tersebut dan menuntut adanya itikad baik untuk segera menyelesaikan kewajiban finansial kepada para korban. Sebagian netizen juga menyoroti perihal etika bisnis dan pentingnya menjaga kepercayaan dalam industri kreatif yang sangat bergantung pada reputasi nama baik individu. Mereka berpendapat bahwa jumlah pengikut yang besar seharusnya diimbangi dengan tanggung jawab moral yang tinggi terhadap setiap kerja sama bisnis yang telah disepakati sebelumnya.
Berbagai platform digital kini dipenuhi dengan diskusi mengenai standar tarif endorsement dan bagaimana prosedur pengembalian dana jika kontrak kerja tidak dapat dipenuhi. Masyarakat internet berharap agar kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jasa di dunia digital yang sangat dinamis. Muncul juga dukungan moral dari para netizen bagi para pelaku UMKM yang terdampak agar tetap semangat dalam menjalankan usaha mereka meskipun sedang menghadapi ujian ini. Sentimen negatif yang berkembang di ruang publik menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan karir sang influencer jika tidak segera melakukan langkah penyelesaian yang konkret.
Hingga Rabu, 25 Februari 2026, publik masih menunggu pernyataan resmi lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan sengketa dengan para klien. Ketegangan yang terjadi di media sosial ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh opini publik terhadap keberadaan seorang kreator konten di tengah era keterbukaan informasi.
Profil Singkat Pandu Bone
- Nama Panggung: Pandu Bone
- Domisili: Bekasi
- Profesi: Konten Kreator, YouTuber, dan Influencer
- Ciri Khas: Penampilan eksentrik, kumis ikonik, dan komedi spontan
- Konten: Eksperimen sosial, vlog komedi, dan aksi sosial




