Konten kreator Shella Ganiswara, yang dikenal publik dengan nama panggung Shegan, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Lisa BLACKPINK dan para penggemarnya, Lilies. Langkah ini diambil menyusul kritik tajam akibat penggunaan nama sang idola secara komersial dalam sebuah acara promosi merek kecantikan beberapa waktu lalu.
Polemik ini bermula ketika Shegan, yang viral karena kemiripan wajah dan gesturnya dengan Lisa, kedapatan menggunakan label “Lisa BLACKPINK” pada materi promosi dan spanduk di kawasan Blok M. Tindakan tersebut memicu kemarahan warganet yang menganggapnya sebagai eksploitasi identitas demi keuntungan pribadi, serta berpotensi merugikan citra asli anggota grup K-Pop tersebut.
Melalui unggahan video singkat, Shegan mengakui adanya kekeliruan dalam pengambilan keputusan terkait kerja sama profesional yang ia jalani. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut murni karena kurangnya ketelitian dalam meninjau kontrak kerja yang melibatkan penggunaan nama besar Lisa BLACKPINK, sehingga menimbulkan kegaduhan di berbagai platform media sosial.
Shegan: “Saya Lengah dan Tidak Teliti”
“Saya Shegan, sebelumnya saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada Lisa BLACKPINK dan juga Lilies atas isu yang beredar akhir-akhir ini, dikarenakan saya lengah dan tidak teliti atas pekerjaan yang saya ambil dengan menggunakan nama Lisa BLACKPINK,” ungkap Shegan.
Shegan menekankan bahwa dirinya tidak memiliki niat buruk untuk merusak reputasi siapapun. Namun, ia menyadari bahwa tindakannya telah berdampak negatif bagi banyak pihak. Permohonan maaf ini ditujukan secara khusus kepada manajemen agensi Lisa BLACKPINK serta merek yang telah bekerja sama dengannya sebelum masalah komersialisasi ini menjadi polemik besar.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan komitmen untuk berubah, Shegan menyatakan tidak akan lagi menerima tawaran pekerjaan yang mengharuskan dirinya menggunakan identitas atau nama Lisa BLACKPINK. Keputusan ini diambil untuk menghormati hak intelektual dan profesionalisme sang artis, sekaligus meredam sentimen negatif yang terus berkembang di komunitas penggemar.
Selain itu, Shegan juga mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan nama panggung “Shegan” yang selama ini melekat pada dirinya sejak mulai viral. Ia memilih untuk kembali menggunakan nama aslinya, Shella, sebagai identitas baru dalam berkarya di industri kreatif tanah air agar tidak lagi dikait-kaitkan dengan persona sebagai kembaran dari anggota BLACKPINK.
Shella: “Tidak Akan Menggunakan Kembali Nama Shegan”
“Dengan ini sayapun menyatakan tidak akan menggunakan kembali nama Shegan dan akan sepenuhnya menjadi diri saya sebagai Shella/Shelea. Terima kasih atas semua masukan teman-teman sosial media saya,” tambahnya.
Peralihan identitas ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi Shella untuk membangun citra yang lebih orisinal tanpa harus bergantung pada kemiripan fisik dengan tokoh publik lain. Ia berharap para pengikutnya di media sosial dapat menerima perubahan ini dan terus mendukung perkembangan kariernya sebagai konten kreator yang mandiri di masa mendatang.
Dalam pernyataannya, Shella juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kejadian ini sebagai bahan pembelajaran bersama, terutama dalam hal etika bermedia sosial dan profesionalisme kerja. Ia menekankan pentingnya introspeksi diri agar kesalahan serupa tidak terulang kembali, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh konten kreator lain di Indonesia.
Upaya klarifikasi ini dilakukan demi menciptakan lingkungan media sosial yang lebih positif dan kondusif bagi semua kalangan. Shella menyadari bahwa opini publik yang berkembang sangat dipengaruhi oleh cara seorang kreator merepresentasikan diri dan menghargai karya atau identitas orang lain dalam setiap konten yang diproduksi secara luas.
Proses penyelesaian masalah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi para penggemar Lisa BLACKPINK yang merasa dirugikan oleh gimik promosi sebelumnya. Dengan adanya pernyataan resmi ini, Shella ingin memastikan bahwa hubungan antara kreator konten lokal dan komunitas penggemar global dapat tetap terjaga dengan saling menghargai batasan.
Setiap masukan yang diterima dari warganet selama masa konflik berlangsung diklaim telah menjadi catatan penting bagi Shella untuk memperbaiki kualitas dirinya. Ia mengapresiasi kritik yang membangun meskipun penyampaiannya terkadang cukup keras, karena hal itu membantunya menyadari letak kesalahan teknis maupun etis dalam pekerjaan sebelumnya.
Shella Berharap Lingkungan Media Sosial yang Positif
“Saya harap kedepannya kita bisa sama-sama belajar dan juga introspeksi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, juga menciptakan lingkungan sosial media yang terus positif tanpa menyinggung pihak manapun,” tutur Shegan.
Melalui video tersebut, Shella kembali menegaskan bahwa identitas “Shella” akan menjadi fokus utamanya mulai saat ini dalam memproduksi konten di masa depan. Ia bertekad untuk menunjukkan sisi kreatif yang berbeda tanpa harus menggunakan embel-embel kemiripan dengan artis internasional demi mendapatkan perhatian dari masyarakat luas secara instan.



