Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menyatakan bahwa kebijakan kedaulatan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto semakin relevan di tengah kondisi global yang tidak menentu. Pernyataan ini muncul menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Saya kira rencana pemerintah untuk kemandirian, ketahanan, serta kedaulatan energi dan pangan sangat relevan. Dengan kondisi global yang dalam beberapa waktu terakhir kan sangat tidak menentu,” ujar Komaidi pada Selasa (3/3).
Komaidi menyoroti kedaulatan energi sebagai perencanaan jangka panjang yang krusial untuk memastikan akses energi bagi generasi mendatang. Ia menjelaskan, “Tujuannya sangat bagus, konsep pemerintah Asta Citanya bagus, tapi kalau minyak itu kontraknya kan 30 tahun, kalau hari ini kita nemu minyak, itu baru bisa diproduksikan komersial itu 5 tahun ke depan.”
Meskipun demikian, Komaidi juga mendorong pemerintah untuk menyiapkan strategi jangka pendek. Optimalisasi lapangan-lapangan existing, sumur-sumur idle, sumur tua, dan sumur rakyat menjadi prioritas. “Saya kira dalam jangka pendek, seluruh potensi domestik harus diprioritaskan untuk kepentingan nasional ya,” tegasnya.
Selain itu, Komaidi menekankan pentingnya segera memikirkan energi substitusi untuk minyak, gas, dan energi baru terbarukan. Menurutnya, pasokan elpiji menjadi isu paling krusial saat ini.
Indonesia memiliki konsumsi elpiji sekitar 9 juta metrik ton per tahun, namun kapasitas domestik hanya mencapai 1,8 metrik ton. Ini berarti ada defisit sebesar 7,2 juta metrik ton yang harus dipenuhi melalui impor. Komaidi menjelaskan, “Nah, source-nya untuk saat ini cuma dari dua wilayah, Amerika Serikat itu 52 persen dan dari Timur Tengah itu 48 persen. Kebetulan sekarang kedua wilayah tersebut sedang terlibat konflik di Timur Tengah.”
Untuk menjaga ketersediaan elpiji, masyarakat dapat mulai diarahkan untuk menggunakan kompor listrik. Sementara itu, terkait Bahan Bakar Minyak (BBM), penggunaan transportasi umum juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan energi fosil.




