Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan 1.301 unit rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Proyek ini ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2026 agar segera dapat ditempati oleh para korban.

Berdasarkan data resmi Kementerian PU, hingga 9 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 47 persen. Kementerian PU menargetkan seluruh unit selesai paling lambat pada 28 Februari 2026.

Distribusi dan Progres Pembangunan Hunian

Dari total 1.301 unit hunian yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, sebanyak 1.056 unit berlokasi di Provinsi Aceh dan 245 unit di Provinsi Sumatra Utara.

Progres di Aceh

  • Kabupaten Aceh Tamiang Tahap I: 84 unit, telah mencapai 100 persen.
  • Kabupaten Aceh Tamiang Tahap II: 156 unit, mencapai 83,72 persen.
  • Kabupaten Bener Meriah: 228 unit, mencapai 55,7 persen.
  • Kabupaten Aceh Utara: 360 unit, mencapai 48,1 persen.
  • Kabupaten Pidie Jaya: 168 unit, mencapai 19,15 persen.
  • Subulussalam: 60 unit, mencapai 4,91 persen.

Progres di Sumatra Utara

Di Provinsi Sumatra Utara, pembangunan 245 unit hunian difokuskan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Unit-unit ini tersebar dalam 21 blok dan progres pembangunannya telah mencapai 28,6 persen, dengan pengerjaan yang terus dipercepat.

Pembangunan Dikebut dengan Sistem Modular

Percepatan pembangunan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan. Pekerjaan struktur dan eksterior kerap dilaksanakan hingga malam hari saat cuaca mendukung, sementara pekerjaan interior tetap berjalan meskipun hujan untuk menjaga produktivitas konstruksi.

Dalam proyek ini, Kementerian PU mengadopsi metode konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI). Teknologi ini memungkinkan pembangunan tanpa alat berat, memberikan fleksibilitas tinggi untuk diterapkan di lokasi terdampak dengan akses terbatas, serta mempercepat proses pemasangan.

Sistem MOLI juga dirancang untuk meminimalkan limbah konstruksi. Hunian yang dihasilkan memiliki konstruksi tahan lama dan tahan gempa, serta dapat dipasang dan dibongkar kembali tanpa menghasilkan limbah. Kementerian PU berharap seluruh hunian dapat segera diserahterimakan agar masyarakat terdampak dapat kembali menempati rumah yang aman dan layak.