Sebanyak 100.268 jemaah haji Indonesia dilaporkan telah menuntaskan kewajiban dam mereka menjelang fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat penyelesaian dam ini dilakukan melalui berbagai skema yang telah disiapkan.
Rincian data menunjukkan bahwa 71.262 jemaah memilih membayar dam melalui program Asosiasi Dana Haji Indonesia (ADAHI) di Arab Saudi. Sementara itu, 26.901 jemaah menyelesaikan kewajiban dam di Indonesia, dan 2.105 jemaah lainnya melaksanakannya dengan berpuasa. Selain itu, terdapat 821 jemaah yang memilih skema haji ifrad, sehingga tidak dikenakan kewajiban dam tamattu’.
Apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi dan Tata Kelola Dam
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa pelaksanaan dam dilakukan melalui beberapa mekanisme yang telah disiapkan pemerintah. Ia menyoroti capaian ini sebagai catatan penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini, yang menunjukkan peningkatan kesadaran jemaah dalam melaksanakan ketentuan ibadah melalui mekanisme yang lebih jelas dan aman.
“Pendataan dam jemaah haji Indonesia tahun ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola layanan haji,” ujar Ichsan di Makkah, Rabu, 20 Mei 2026.
Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan pembayaran dam di luar jalur resmi tanpa kejelasan mekanisme dan bukti pembayaran. Jemaah diminta untuk berkonsultasi dengan petugas kloter, pembimbing ibadah, atau petugas haji Indonesia jika mengalami keraguan.
Menurut Ichsan, dam merupakan bagian dari ketentuan ibadah haji yang harus dipahami dengan baik. Jemaah diimbau untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan serta memastikan pilihan pelaksanaan sesuai pemahaman fikih yang diyakini.
Update Operasional Haji dan Kesiapan Puncak Ibadah
Selain pengelolaan dam, Kemenhaj juga menyampaikan perkembangan operasional haji. Hingga hari ke-30 operasional haji 1447 H/2026 M, sebanyak 498 kloter dengan 192.185 jemaah dan 1.984 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Untuk kedatangan jemaah haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat 224 kloter dengan 85.618 jemaah dan 893 petugas telah tiba.
Saat ini, sebanyak 487 kloter dengan 188.259 jemaah dan 1.984 petugas telah berada di Makkah. Adapun jemaah haji khusus yang telah tiba di Tanah Suci tercatat sebanyak 14.513 jemaah.
Kemenhaj memastikan seluruh layanan haji berjalan lancar, meliputi kedatangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, hingga perlindungan jemaah. Menjelang puncak haji, jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan, menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, serta fokus mempersiapkan diri menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Jangan sungkan meminta bantuan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” pungkas Ichsan.




