Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan artis Inara Rusli dan suami dari kreator konten Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, kini memasuki babak baru yang lebih serius. Laporan yang diajukan oleh Wardatina Mawa pada November 2025 lalu, kini telah resmi naik ke tahap penyidikan oleh Polda Metro Jaya per tanggal 10 Februari 2026. Peningkatan status kasus ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian telah menemukan unsur dugaan tindak pidana yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Perkembangan ini disambut dengan pernyataan dari kedua belah pihak yang saling melontarkan sindiran melalui media sosial. Wardatina Mawa mengunggah video keterangan polisi mengenai perkembangan laporannya, seraya mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengawal kasusnya.
Sementara itu, Inara Rusli melalui akun Instagram Stories-nya pada Rabu (18/2/2026) juga turut memberikan tanggapan. Ia menyinggung soal upaya permintaan maaf yang disebutnya tidak direspons oleh pihak Mawa. “Bukan gak mau minta maaf, tapi saya sudah coba untuk minta waktu ketemu langsung untuk sampaikan maaf. Udah meminta beberapa pihak juga untuk menengahi (ada bukti). Tapi beliau lebih pilih kesibukan yang baru menjadi artis,” tulis Inara.
Inara juga menyentil sosok yang disebutnya baru menjadi artis dan memiliki kontrak dengan manajemen lamanya, serta mempertanyakan kesibukan tersebut.
Sebelumnya, Wardatina Mawa melaporkan suaminya, Insanul Fahmi, atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan dengan Inara Rusli. Laporan tersebut didasari oleh bukti-bukti yang kuat, termasuk rekaman CCTV yang diduga merekam interaksi antara suaminya dan Inara Rusli. Wardatina mengaku baru mengetahui hubungan spesial tersebut pada Agustus 2024, yang diduga berawal dari hubungan profesional sebagai mitra bisnis dan rekan kolaborasi riset sejak Juli 2024.
Pihak Inara Rusli, melalui kuasa hukumnya, sempat merasa tidak terima dengan langkah hukum yang ditempuh Wardatina Mawa. Kuasa hukum Inara menilai tindakan tersebut memperkeruh suasana dan memperbesar persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Ia bahkan sempat melontarkan pernyataan yang merendahkan Wardatina, “Kau ini bukan siapa-siapa, Kau kalau tidak ada si Insanul, kemudian tidak ada lagi nama Inara Rusli, kau bukan siapa-siapa.”
Di sisi lain, Inara Rusli sendiri pernah memberikan pernyataan permintaan maaf kepada publik pada akhir November 2025, dengan suara bergetar dan menahan tangis. Ia meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi, meskipun merasa menjadi korban dalam situasi tersebut.




