Underpass Beurawe, Banda Aceh, kembali dibuka untuk pengendara pada Sabtu, 9 Mei 2026, setelah lima hari ditutup akibat genangan air. Penutupan akses ini dipicu oleh insiden pencurian kabel pompa air yang menyebabkan sistem drainase tidak berfungsi optimal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh, Rulli Syahreza, menjelaskan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan pemasangan kembali kabel pada pompa air. Upaya pemulihan ini memungkinkan akses underpass kembali normal.

“Alhamdulillah, Underpass Beurawe sudah kami buka dari jam 5 pagi tadi. Setelah kemarin kita berupaya semaksimal mungkin, pada malamnya pompa baru bisa beroperasi kembali pada jam 9 malam. Makanya tadi pagi langsung kita buka akses untuk pengendara,” ujar Rulli, mengutip keterangan resmi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Banda Aceh, Jumat, 8 Mei 2026.

Meski demikian, proses pemulihan masih terus berlangsung. Saat ini, baru satu pompa yang beroperasi, sementara tiga pompa lainnya diperkirakan mengalami kerusakan pada dinamo dan masih dalam penanganan.

Sebagai langkah antisipasi dan pengamanan, Pemerintah Kota Banda Aceh juga mulai memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik di kawasan Underpass Beurawe. Pemasangan CCTV ini dilakukan pada box panel kontrol pompa submersible untuk mencegah pencurian kabel di masa mendatang, sekaligus memantau kondisi panel listrik dan operasional pompa secara real time.

Rulli menambahkan, selain pemasangan CCTV oleh Diskominfotik Kota Banda Aceh, pemerintah daerah juga berencana menambah penerangan lampu taman melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh. Patroli rutin oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh juga akan ditingkatkan di area tersebut.

Pihaknya turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga fasilitas publik dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar demi kenyamanan bersama.