Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final China Open 2026. Namun, di tengah pencapaian tersebut, pemain yang akrab disapa Jojo ini memilih untuk meredam ekspektasi tinggi terhadap turnamen BWF Super 1000 ini.

Langkah Jojo menuju delapan besar tidaklah mudah. Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, pada Kamis (23/7/2026), peraih medali emas Asian Games 2018 itu harus berjuang keras setelah sempat kehilangan gim pertama saat menghadapi wakil Singapura, Loh Kean Yew.

Perjuangan di Lapangan dan Strategi Perubahan

Jojo akhirnya mampu membalikkan keadaan dan meraih kemenangan dengan skor 12-21, 21-6, 21-13, sekaligus memastikan tempatnya di perempat final China Open 2026.

Menanggapi kemenangannya, Jojo mengungkapkan fokus utamanya saat ini adalah menikmati pertandingan. “Ekspektasi saya, ingin menikmati main saja sih. Membalikkan permainan yang kemarin di Indonesia Open dan sebelumnya,” ujarnya.

Jojo juga menjelaskan tantangan yang dihadapinya di lapangan, terutama kondisi arah angin yang cukup kencang. Hal ini memaksanya untuk mengubah pendekatan permainan setelah gim pembuka.

“Di gim pertama, saya coba beberapa kali melihat kondisi dan tes beberapa kali ternyata banyak yang keluar bolanya. Jadi, saya langsung memutuskan kalau sampai ke gim ketiga harus lebih agresif saat awal,” jelas Jojo.

Perubahan strategi tersebut membuahkan hasil positif. “Puji Tuhan, berjalan sesuai rencana dan lebih nyaman ketika berbalik setelah interval,” tambahnya, mensyukuri keberhasilan adaptasinya di tengah pertandingan krusial tersebut.