Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Jembatan penghubung Bireuen–Takengon yang sempat terputus akibat bencana alam ini kini telah mencapai 45 persen dan ditargetkan dapat difungsikan pada Oktober 2026.
Dalam kunjungannya, Gibran menekankan pentingnya kualitas pembangunan jembatan. Ia mengingatkan agar infrastruktur tersebut mampu bertahan menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa mendatang. “Kita cuma pengen antisipasi. Kalau nanti musim hujan, kesapu lagi, kan, sedih,” ujar Gibran.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnain, menjelaskan bahwa pembangunan kembali Jembatan Teupin Mane merupakan respons atas terputusnya akses vital Bireuen–Takengon akibat bencana alam sebelumnya. “Jembatan ini kemarin akibat bencana alam, maka terputus untuk akses dari Bireuen ke Takengon. Sekarang kita lagi membangun kembali jembatan ini,” jelas Zulkarnain.
Menurut Zulkarnain, progres konstruksi jembatan telah mencapai sekitar 45 persen. Ia optimistis penyambungan struktur utama akan rampung pada akhir Agustus 2026. “Insya Allah jembatan ini kita bisa sambung di Agustus akhir dan nanti kemudian di Oktober insya Allah kita sudah bisa fungsionalkan,” tandasnya.


