Jembatan Lebakngok di wilayah pedalaman Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, dalam kondisi memprihatinkan dan terancam putus. Kerusakan ini mengganggu akses satu-satunya bagi masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk pendidikan.

Kondisi jembatan yang nyaris terputus ini disebabkan oleh longsor dan gerusan aliran air sungai yang tinggi. Debit air yang besar secara terus-menerus mengikis bagian bawah struktur jembatan, melemahkan fondasinya.

Akibatnya, jembatan tersebut kini hanya bisa diakses secara hati-hati oleh pejalan kaki dan tidak aman untuk dilalui kendaraan roda empat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius akan keselamatan warga dan kelancaran mobilitas di wilayah tersebut.

Pemerintah Daerah Kota Cirebon bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung telah menyoroti kondisi darurat ini. Dalam waktu dekat, kedua pihak berencana menurunkan alat berat untuk membenahi aliran sungai.

Upaya ini bertujuan untuk membangun pemecah air dan memperkuat tanggul, sehingga aliran sungai tidak lagi langsung menghantam tebing dan titik jembatan. Diharapkan, langkah pembenahan ini dapat segera dilakukan untuk mengembalikan fungsi jembatan sebagai akses vital masyarakat dan mencegah kerusakan yang lebih parah.