Desainer sekaligus presenter ternama, Ivan Gunawan, meluapkan kekesalannya setelah salah satu restoran miliknya, Nasi Kulit Mak Igun, menjadi objek konten viral yang menyebutnya sebagai “100 persen restoran mati”. Kegeraman Ivan muncul setelah sebuah video menampilkan kondisi restorannya yang sepi pengunjung, kemudian disebarluaskan di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh seorang kreator dengan akun @saturdeps, restoran Nasi Kulit Mak Igun terlihat tanpa pengunjung. Kreator tersebut bahkan melontarkan kalimat, “Gua gak tahu kenapa Nasi Kulit Mak Igun jadi sesepi ini. Dan ini dia the quiet Nasi Kulit Mak Igun!” Keterangan video tersebut juga secara eksplisit menuliskan, “Nasi Kulit Mak Igun 100 persen restaurant mati?!”

Ivan Gunawan Soroti Etika Pembuatan Konten

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (23/2/2026), Ivan Gunawan menyuarakan kekecewaannya. Ia menyoroti pentingnya etika dan rasa empati dalam membuat konten, terutama jika menyangkut bisnis orang lain yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Kalo saya pribadi liat dagangan orang sepi itu dibeli & didoain bukan dikontenin pas lagi sepi, alhamdulilah saya terus berdoa & berharap sama ALLAH SWT agar dagangan saya rame… karna banyak orang yg saya hidupin setiap bulannya,” tulis Ivan Gunawan, seperti dikutip dari akun Instagram @ivan_gunawan.

Ivan menekankan bahwa di balik sebuah usaha, terdapat banyak karyawan yang menggantungkan nafkah setiap bulan. Ia menyiratkan bahwa pembuatan konten tanpa mempertimbangkan empati dapat berdampak besar, tidak hanya pada reputasi usaha, tetapi juga pada kesejahteraan para pekerjanya.

Reaksi Warganet dan Perdebatan Etika Digital

Pernyataan Ivan Gunawan tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian membela Ivan, menilai kreator konten seharusnya lebih bijaksana saat menyoroti bisnis yang sedang lesu. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa kondisi restoran yang sedang sepi merupakan realita yang wajar untuk dibagikan ke publik.

Peristiwa ini kembali memicu perdebatan mengenai batasan antara kebebasan berpendapat di dunia digital dan tanggung jawab etis terhadap para pelaku usaha. Di tengah pesatnya perkembangan media sosial, satu unggahan saja bisa dengan cepat membentuk persepsi publik dan berdampak signifikan pada citra sebuah bisnis.

Latar Belakang Nasi Kulit Mak Igun

Sebagai informasi tambahan, Nasi Kulit Mak Igun resmi memulai operasionalnya pada 7 Desember 2024 di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Hingga Februari 2026, usaha kuliner tersebut telah berjalan lebih dari setahun dan sempat melakukan pengembangan dengan membuka sejumlah cabang sepanjang 2025, salah satunya di Jakarta Pusat yang diluncurkan pada Juli 2025. Sampai saat ini, belum ada pernyataan tambahan dari pihak kreator terkait tanggapan yang disampaikan Ivan Gunawan.