Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi tetap sesuai rencana, yakni mulai 22 April 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah dinamika geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas, yang sempat menimbulkan kekhawatiran.
Irfan Yusuf menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal yang signifikan. “Sampai saat ini masih sesuai dengan jadwal. Mudah-mudahan hingga pemberangkatan pada 22 April nanti tidak ada perubahan,” ujarnya usai menghadiri kegiatan BPKH di Surabaya pada Selasa, 24 Maret 2026, seperti dikutip dari Antara.
Menurut Irfan Yusuf, seluruh persiapan penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari akomodasi hingga transportasi, telah disiapkan dengan baik. Aspek pendanaan juga dinyatakan siap mendukung kebutuhan operasional. Ia juga memastikan ketersediaan penerbangan langsung ke Arab Saudi tidak terganggu oleh situasi geopolitik.
“Kami melihat tidak ada penghentian penerbangan. Masih ada direct flight ke Arab Saudi. Mudah-mudahan tetap aman,” jelasnya.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Haji dan Umrah, terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk memantau perkembangan situasi. Hingga saat ini, pihak Saudi belum menyampaikan adanya perubahan jadwal keberangkatan.
“Kami selalu berkomunikasi dengan tim Kementerian Haji Saudi, dan sampai hari ini mereka menyatakan tidak ada perubahan jadwal,” ucap Irfan Yusuf.
Terkait kuota jemaah lanjut usia, Irfan Yusuf menyebutkan bahwa ketentuan sebesar lima persen dari total kuota haji tetap berlaku. Penyelenggaraan ibadah umrah juga dipastikan berjalan aman dengan pengawasan ketat terhadap kepastian kepulangan jemaah. Pemerintah berharap situasi tetap kondusif agar seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar.



