Tim Nasional Iran dikabarkan kemungkinan besar tidak akan berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia 2026. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, pada Kamis, 12 Maret 2026.

“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026,” ujar Donyamali, seperti dilansir dari Marca.

Keputusan ini diambil menyusul situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, terutama setelah serangan Amerika Serikat pada awal Maret lalu yang disebut-sebut menjadi pemicu utama.

Peluang Timnas Indonesia

Mundurnya Iran dari turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini secara tidak langsung membuka spekulasi mengenai tim pengganti. Irak disebut-sebut menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi tersebut. Namun, kondisi keamanan di Irak juga tidak ideal, mengingat negara tersebut turut terdampak situasi konflik di Timur Tengah.

Selain Irak, Uni Emirat Arab dan Oman juga menghadapi tantangan serupa akibat ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, sehingga peluang mereka untuk menggantikan Iran juga dipertanyakan.

Bagi Timnas Indonesia, kabar ini memunculkan secercah harapan. Sebelumnya, skuad Garuda yang diperkuat Jay Idzes dan kolega harus puas finis di posisi ketiga pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pada fase tersebut, Indonesia menelan dua kekalahan, yakni 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak. Meskipun telah tersingkir di putaran keempat, potensi mundurnya Iran membuka kembali diskusi mengenai kemungkinan Timnas Indonesia untuk berpartisipasi, meskipun peluangnya masih sangat kecil dan memerlukan pertimbangan lebih lanjut dari FIFA.