Euforia perayaan gelar juara Persib Bandung pada Minggu (24/5/2026) menyisakan sejumlah insiden yang mencoreng kemeriahan. Selain insiden hilangnya ponsel milik Frans Putros, pelatih Bojan Hodak dan bek Federico Barba dilaporkan naik pitam akibat ulah oknum suporter di sepanjang rute konvoi.

Bojan Hodak Naik Pitam Disemprot Air

Momen kebahagiaan bagi pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, berubah menjadi kekesalan. Saat iring-iringan konvoi melintas, Hodak diguyur air oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Berada di atas bus terbuka, Hodak langsung menunjukkan kemarahannya.

Ia sempat mengacungkan jari tengah sebagai ekspresi kekesalan dan terlihat basah kuyup sambil berteriak ke arah kerumunan. Insiden ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Hodak jelas tidak terima diperlakukan demikian, apalagi setelah berhasil memimpin Persib meraih gelar juara kelima sepanjang sejarah klub serta mencetak hattrick pertama di era Liga 1.

Federico Barba Ikut Tersulut Emosi

Tak hanya Hodak, bek Federico Barba juga ikut naik pitam. Sebuah giant flag atau bendera berukuran besar jatuh tepat mengenai dirinya saat konvoi berlangsung. Barba yang terkena imbasnya langsung berusaha menjatuhkan bendera tersebut, namun upayanya tidak berhasil.

Ia pun semakin kesal dan terlihat emosi dengan tangan menunjuk ke arah bendera. Rekan setimnya, kapten Marc Klok, terlihat ikut membantu berusaha menjinakkan bendera tersebut. Barba sendiri dikenal sebagai pemain yang disiplin dan loyal kepada Bobotoh, sehingga insiden ini sedikit melukai perasaannya.

Catatan Negatif di Balik Euforia Juara

Bojan Hodak telah mengonfirmasi bahwa ia dan Barba tidak mengalami cedera akibat kejadian tersebut. Namun, insiden ini menambah panjang daftar catatan negatif di balik euforia juara Persib.

Sebelumnya, Bobotoh pemilik kursi VVIP juga memicu kontroversi dengan melepas atribut dan berada di area yang dilarang. Polrestabes Bandung mengonfirmasi bahwa pawai konvoi sempat molor 1,5 jam dari jadwal yang ditentukan, memicu kekhawatiran akan sanksi dari PSSI maupun Pemerintah Daerah.