INDRAMAYU – Musim mudik Lebaran 2026 menghadirkan inovasi unik dari warga Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Mereka menyulap aliran sungai di bawah kolong jembatan menjadi jalur penyeberangan alternatif khusus sepeda motor. Inisiatif ini muncul untuk mengatasi penutupan sejumlah putaran jalan (u-turn) di jalur Pantura yang kerap memicu kemacetan.
Jalur darurat ini dibuat dengan mengeringkan aliran sungai di bawah kolong jembatan menggunakan pompa. Setelah kering, warga menyusun papan kayu sebagai lintasan sederhana bagi kendaraan roda dua. Lebar lintasan sekitar 1,2 meter, cukup untuk satu sepeda motor melintas.
Namun, pengendara diimbau untuk ekstra hati-hati. Jarak antara lintasan dengan beton jembatan hanya sekitar 1,5 meter, memaksa pengendara menundukkan kepala saat melintas. Kondisi jalur yang sempit juga memerlukan kewaspadaan tinggi.
Jalur alternatif ini dimanfaatkan pemudik dan masyarakat setempat untuk menyeberang tanpa harus memutar hingga beberapa kilometer. Penutupan akses u-turn di jalur utama Pantura Indramayu selama arus mudik seringkali memaksa pengendara menempuh rute yang lebih jauh.
Inisiatif ini murni berasal dari warga Desa Larangan untuk mempercepat mobilitas masyarakat dan pemudik, baik dari arah Indramayu menuju Jakarta maupun sebaliknya. Puluhan warga turut dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas di jalur tersebut, memastikan kelancaran dan keamanan.
Meskipun bersifat darurat dan tidak memungut biaya, keberadaan jalur penyeberangan ini menjadi solusi cepat di tengah padatnya arus mudik. Jalur ini tidak hanya membantu kelancaran perjalanan pemudik, tetapi juga mempermudah aktivitas warga yang harus menyeberang setiap hari.




