Sejumlah model iPhone di Indonesia mengalami kenaikan harga signifikan di distributor resmi, berlaku mulai Jumat, 26 Maret 2026. Lonjakan harga ini mencakup seri iPhone 14, iPhone 15, dan iPhone 16, dengan kenaikan tertinggi mencapai Rp 1,5 juta untuk varian tertentu.

Lonjakan Harga iPhone 14, 15, dan 16

iPhone 14 varian 128 GB kini dibanderol mulai Rp 8.749.000, meningkat sekitar Rp 250.000 dibandingkan harga pertengahan Maret lalu yang berada di angka Rp 8.499.000.

Kenaikan paling drastis terjadi pada iPhone 15 128 GB, yang kini dijual seharga Rp 12.749.000. Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar Rp 1.500.000 dari harga sebelumnya Rp 11.249.000 pada periode yang sama. Sementara itu, iPhone 15 256 GB juga mengalami kenaikan Rp 1.250.000, menjadi Rp 14.999.000 dari Rp 13.749.000.

Seri terbaru, iPhone 16, tidak luput dari penyesuaian harga. iPhone 16 128 GB kini dipatok Rp 14.999.000, naik Rp 1.000.000 dari harga sebelumnya Rp 13.999.000. Varian 256 GB dan 512 GB juga mengalami kenaikan masing-masing Rp 1.000.000 dan Rp 1.400.000, menjadi Rp 16.999.000 dan Rp 20.999.000.

Daftar Lengkap Kenaikan Harga iPhone

Model iPhoneHarga Lama (Rp)Harga Baru (Rp)Kenaikan (Rp)
iPhone 14 128 GB8.499.0008.749.000250.000
iPhone 15 128 GB11.249.00012.749.0001.500.000
iPhone 15 256 GB13.749.00014.999.0001.250.000
iPhone 16 128 GB13.999.00014.999.0001.000.000
iPhone 16 256 GB15.999.00016.999.0001.000.000
iPhone 16 512 GB19.599.00020.999.0001.400.000

Model yang Stabil dan Penjelasan Kenaikan Harga

Di tengah tren kenaikan, beberapa model justru mengalami penyesuaian harga ke bawah. Salah satunya adalah iPhone 16 Plus 128 GB yang turun Rp 250.000, dari Rp 17.249.000 menjadi Rp 16.999.000. Sementara itu, model terbaru seperti iPhone 17 dan iPhone Air dilaporkan tidak mengalami perubahan harga, sebuah kondisi yang dianggap wajar mengingat statusnya sebagai produk baru di pasaran.

Penyesuaian harga ini tidak hanya terjadi pada produk Apple. Beberapa merek ponsel Android seperti Xiaomi dan Vivo juga sebelumnya telah mengalami kenaikan harga. Faktor utama di balik fenomena ini disebut-sebut adalah lonjakan harga memori global yang berdampak pada biaya produksi perangkat elektronik.