Kabar mengejutkan datang dari Tjie Nofia Handayani, kreator konten dan pengusaha kuliner yang dikenal luas sebagai Ci Mehong. Di usianya yang ke-54, ibu empat anak ini memutuskan untuk menggugat cerai suaminya setelah membina rumah tangga selama 15 tahun.
Keputusan pahit tersebut diungkapkan langsung oleh Ci Mehong saat menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Ambyar, Jumat (21/2/2025). Ia mengaku sudah tidak sanggup lagi mempertahankan pernikahannya.
“Saya lagi mau gugat. Sudah enggak tahan,” ungkap Ci Mehong dengan nada pasrah dalam acara tersebut.
Perempuan keturunan Tionghoa kelahiran Aceh ini menjelaskan bahwa persoalan utama yang memicu keretakan rumah tangganya berkutat pada masalah finansial. Khususnya, terkait tuntutan biaya untuk anak dari suaminya.
Menurut Ci Mehong, anak-anak tersebut saat ini sudah berusia 26 tahun dan 29 tahun. “Porotin bukan buat dia pribadi. Tapi buat anaknya. Usia segitu seharusnya sudah tidak perlu dibiayai oleh orangtua,” imbuhnya.
Pernikahan dengan suami kedua ini merupakan kali kedua bagi Ci Mehong. Sebelumnya, ia menikah pada tahun 1993. Namun, sang suami pertama meninggal dunia setelah menderita penyakit stroke, meninggalkan Ci Mehong sebagai tulang punggung bagi keempat anaknya.
Perjalanan Hidup dari Aceh Hingga Jadi Pengusaha Kontroversial
Di balik kabar perceraiannya, Ci Mehong dikenal luas sebagai pengusaha serba ada atau “palugada” (apa lu mau, gua ada). Nama asli Tjie Nofia Handayani ini lahir dan besar dari keluarga sederhana di Aceh. Sejak kecil, ia sudah terbiasa berjualan untuk meringankan biaya sekolahnya sebelum akhirnya merantau ke Jakarta pada tahun 1990.
Karier wirausaha Ci Mehong dimulai dari menjual voucher pulsa, bisnis fotokopi, hingga berdagang sayuran. Namanya mulai melejit di media sosial sejak pandemi ketika ia mendirikan PIK Baking House. Namun, yang membuatnya viral justru aksi promosinya yang unik, seperti menjual tanah kuburan di pemakaman elit Sandiego Hills.
Kejujurannya dalam berdagang sempat menjadi nilai jual, seperti saat ia mengaku terang-terangan bahwa buah dagangannya terlalu masam. Namun, reputasinya kerap diuji oleh sejumlah kontroversi.
Beberapa skandal sempat menerpa, seperti ditemukannya serangga dalam kue Bika Ambon seharga Rp100 ribu yang diulas oleh Shely Che dan Tasyi Athasyia. Respons emosional Ci Mehong yang menuding para influencer ingin menjatuhkan bisnisnya justru menuai kritik publik. Puncaknya, ia sempat meminta pemerintah untuk mengatur perilaku influencer dalam memberikan kritik.
Pada Pemilu 2024 lalu, wanita berusia 54 tahun ini juga sempat mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI Dapil Jakarta III dari Partai Perindo. Meski kerap dilanda badai, Ci Mehong tetap eksis mempromosikan dagangannya, mulai dari Lapis Legit, Bika Ambon, hingga bisnis katering @catering.pbh, dengan gaya khasnya di akun Instagram dan TikTok @pikbakinghouse.
Biodata Singkat Ci Mehong
| Kategori | Detail |
|---|---|
| Nama Lengkap | Tjie Nofia Handayani |
| Nama Panggilan | Ci Mehong |
| Tempat Lahir | Aceh |
| Usia (per 2025) | 54 tahun |
| Agama | Kristen |
| Kewarganegaraan | Indonesia |
| Etnis | Tionghoa |
| Status Pernikahan | Dalam proses gugatan cerai (pernikahan kedua) |
| Durasi Pernikahan Kedua | 15 tahun |
| Jumlah Anak | 4 orang |
| Anak Tiri (dari suami kedua) | Usia 26 dan 29 tahun |
| Pekerjaan | Pengusaha, Kreator Konten, Eks Caleg |
| Bisnis Utama | PIK Baking House (toko kue dan tempat kursus memasak) |
| Media Sosial | TikTok: @pikbakinghouse, Instagram: @pikbakinghouse |
Fakta Menarik dan Kontroversi
Fakta Menarik:
- Julukan “Ci Mehong” berasal dari kata “mehong” yang berarti mahal, karena sering menjual produk dengan harga tinggi.
- Dikenal sebagai pedagang “palugada” (apa lu mau, gua ada), termasuk pernah menjual tanah kuburan.
- Terkenal karena kejujurannya dalam mempromosikan produk, bahkan pernah mengatakan buah dagangannya masam agar orang tidak membeli.
- Berhasil membiayai anak-anaknya kuliah di luar negeri meski pernah menjadi single mother.
Kontroversi:
- Januari 2025: Dikritik setelah ditemukan serangga di kue Bika Ambon oleh Shely Che, lalu merespons emosional.
- Pasca kasus Shely Che: Berseteru dengan Tasyi Athasyia terkait temuan benda asing di kue, yang kemudian diakui Tasyi karena kue disimpan di kulkas.
- Sering dianggap tidak terbuka terhadap kritik pelanggan.




