Sebuah fakta baru terungkap terkait isu kedekatan antara dan . Kali ini, informasi tersebut datang dari lingkaran internal rumah tangga Inara Rusli sendiri, di mana para karyawannya disebut membentuk sebuah grup percakapan khusus untuk membicarakan hubungan sang majikan dengan Insanul Fahmi. Grup ini bahkan menjadi sorotan setelah salah satu anggota keluarga mantan sopir Inara Rusli, berinisial S, memberikan kesaksian di Bareskrim Mabes Polri pada Rabu (18/2/2026).

Menurut kuasa hukum S, Sukardi, grup chat tersebut memang sengaja dibuat oleh para karyawan Inara Rusli. Namun, isinya bukan terkait pekerjaan, melainkan murni untuk membicarakan hubungan Inara Rusli dengan Insanul Fahmi. “Jadi grup itu memang dibuat khusus untuk bergosip tentang hubungan IR dan IF saja. Tidak ada kaitannya dengan pekerjaan,” ungkap Sukardi kepada awak media di Bareskrim Mabes Polri. Ia menambahkan bahwa para karyawan merasa risih dengan kehadiran Insanul Fahmi yang disebut telah mendatangi kediaman Inara Rusli sebanyak lima kali.

Keresahan Karyawan Terhadap Insanul Fahmi

Keresahan para karyawan ini muncul karena mereka menilai kedekatan Inara Rusli dan Insanul Fahmi sudah melewati batas kewajaran. Percakapan dalam grup tersebut berisi keluhan dan penilaian bahwa tindakan keduanya tidak patut dilakukan. “Pada intinya obrolan di grup itu hanya gosip atau gibah terkait hubungan khusus antara IR dan IF. Itu obrolan para pekerja yang bekerja di IR sendiri,” ujar Sukardi. Ia juga menambahkan bahwa para anggota grup kerap menilai perilaku yang diduga dilakukan Inara dan Insanul sebagai sesuatu yang tidak pantas.

Informasi dari grup internal karyawan ini akhirnya bocor ke pihak luar melalui S, istri dari mantan sopir Inara Rusli berinisial A. S kemudian dilaporkan telah menghubungi Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi, melalui pesan Instagram untuk mengonfirmasi status pernikahan suaminya. Hal ini terungkap di tengah proses hukum yang sedang berjalan terkait laporan Inara Rusli mengenai dugaan akses ilegal rekaman CCTV di rumahnya yang beredar ke publik. Laporan Inara Rusli tersebut diajukan pada November 2025 ke Direktorat Tindak Pidana Siber , setelah rekaman CCTV rumahnya bocor dan dijadikan bukti oleh pihak lain dalam laporan dugaan perzinaan.