Tim nasional Kroasia harus menelan pil pahit usai tersingkir dari babak 32 besar Piala Dunia 2026. Vatreni menyerah 1-2 dari Portugal dalam laga dramatis yang berlangsung di Toronto Stadium, Kanada, pada Jumat (3/7) pagi WIB. Kekalahan ini diwarnai kontroversi gol Josko Gvardiol yang dianulir, memicu sorotan tajam dari kubu Kroasia.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Kroasia sempat unggul lebih dulu pada menit ke-53 melalui gol Ivan Perisic, yang berhasil memanfaatkan umpan matang dari Josip Stanisic. Keunggulan tersebut memberikan harapan bagi tim peringkat ke-13 FIFA itu untuk melaju ke babak selanjutnya.
Namun, Portugal menunjukkan mentalitas juaranya. Cristiano Ronaldo berhasil menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti pada menit ke-68. Drama mencapai puncaknya di masa injury time, ketika Goncalo Ramos mencetak gol penentu kemenangan yang memastikan langkah Portugal ke babak berikutnya sekaligus mengakhiri perjalanan Kroasia di turnamen akbar ini.
Kontroversi Gol Josko Gvardiol dan Protes Pelatih Dalic
Momen paling disoroti dalam laga tersebut adalah dianulirnya gol penyeimbang Kroasia yang dicetak oleh Josko Gvardiol. Gol tersebut tidak disahkan wasit karena Igor Matanovic, yang memberikan umpan, lebih dahulu berada dalam posisi offside.
Keputusan ini langsung mendapat reaksi keras dari Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic. Selepas pertandingan, Dalic secara terbuka mempertanyakan kepemimpinan wasit Espen Eskas asal Norwegia.
“Saya tidak ingin banyak mengomentari hal ini, tetapi menurut saya performa wasit memang kurang baik. Hampir tidak ada keputusan yang berpihak kepada kami, baik dalam pelanggaran maupun situasi lainnya.”
Dalic menilai, sejumlah keputusan penting dari pengadil lapangan di akhir laga tidak menguntungkan timnya, yang pada akhirnya turut memengaruhi hasil akhir pertandingan krusial tersebut. Kekalahan ini membuat Kroasia harus angkat kaki dari Piala Dunia 2026.




