Langkah Inter Milan di Liga Champions musim ini harus terhenti lebih cepat dari yang diperkirakan. Harapan untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri, Stadion Giuseppe Meazza, justru berubah menjadi malam penuh kekecewaan bagi para penggemar Nerazzurri.

Menjamu Bodo/Glimt pada leg kedua babak playoff, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB, Inter Milan membawa misi berat. Kekalahan 1-3 di pertemuan pertama memaksa mereka untuk menang dengan selisih minimal tiga gol agar bisa melaju ke fase grup.

Kekalahan di Kandang Sendiri

Alih-alih tampil dominan sejak awal pertandingan, Inter Milan justru tertekan oleh permainan agresif tim tamu. Dua gol cepat dari Jens Hauge dan Hakon Evjen semakin memperlebar agregat, membuat tugas Inter semakin mustahil.

Gol balasan yang dicetak oleh Alessandro Bastoni hanya menjadi pelipur lara bagi Inter Milan. Skor akhir 1-2 di kandang sendiri memastikan Inter tersingkir dengan agregat 2-5 dari wakil Norwegia tersebut.

Kontras dengan Musim Lalu

Hasil pahit ini terasa sangat kontras jika melihat capaian Inter Milan pada musim lalu. Kala itu, La Beneamata berhasil melaju hingga partai final Liga Champions sebelum akhirnya takluk 1-5 dari Paris Saint-Germain (PSG).

Eliminasi di fase playoff juga menjadi catatan terburuk Inter Milan dalam lima musim terakhir. Sejak musim 2021/2022, mereka setidaknya selalu berhasil mencapai babak 16 besar, bahkan dua kali menembus partai puncak kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.

Gelandang andalan Inter Milan, Nicolo Barella, mengakui kegagalan timnya untuk melangkah lebih jauh di kompetisi ini.