MILAN – Eileen Gu, atlet ski freestyle yang dijuluki ‘Putri Salju’, kembali mencuri perhatian dunia. Pada tahun 2026, ia dinobatkan sebagai salah satu atlet wanita terkaya di dunia versi Forbes, dengan estimasi kekayaan mencapai USD 23 juta atau sekitar Rp 387 miliar. Prestasi finansial ini menjadikannya sosok unik di antara para atlet musim dingin.
Dominasi Pendapatan dari Sponsor
Keberhasilan Gu tidak hanya diukur dari medali yang diraihnya di arena ski, tetapi juga dari kesuksesannya di luar lapangan. Sekitar 99% dari pendapatannya berasal dari berbagai kesepakatan sponsor dan endorsement. Hal ini menunjukkan daya tarik Gu sebagai ikon global yang melampaui dunia olahraga.
Atlet berusia 22 tahun ini memiliki portofolio sponsor yang mengesankan, mencakup merek-merek mewah seperti Louis Vuitton, Tiffany & Co., Porsche, dan Red Bull. Selain itu, ia juga didukung oleh perusahaan-perusahaan besar di China, termasuk Bank of China, China Mobile, dan Luckin Coffee. Dilansir dari The Athletic, nilai rata-rata untuk setiap endorsement-nya meningkat signifikan, dari sekitar USD 1 juta pada tahun 2021 menjadi USD 2 hingga 2,5 juta pada tahun 2022.
Prestasi di Lapangan dan Kontroversi
Di Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan-Cortina, Gu kembali menunjukkan performa gemilangnya dengan meraih dua medali perak di nomor big air dan slopestyle. Prestasi ini menambah deretan medali yang telah ia raih sebelumnya, termasuk dua emas dan satu perak di Olimpiade Beijing 2022.
Namun, di balik kesuksesannya, Gu juga menghadapi kontroversi terkait keputusannya untuk mewakili China, negara kelahiran ibunya, meskipun lahir dan dibesarkan di Amerika Serikat. Keputusan ini sempat memicu perdebatan dan kritik dari beberapa pihak. Gu sendiri mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kritik sepihak tersebut.
Gaya Hidup dan Prioritas
Perpaduan antara disiplin atletik yang ketat dan gaya hidup glamor menjadikan Gu sosok yang menarik perhatian. Ia aktif berbagi rutinitas latihannya di media sosial, mulai dari lari pemulihan hingga sesi pemotretan. Meskipun kontrak jutaan dollar menjadi bagian dari kariernya, Gu menegaskan bahwa medali tetap menjadi prioritas utamanya.
Kisah Eileen Gu menjadi gambaran bagaimana atlet muda masa kini mampu memanfaatkan media sosial untuk memaksimalkan pengaruh dan mengejar kesuksesan di dunia olahraga modern, sekaligus menavigasi kompleksitas identitas dan kewarganegaraan di kancah internasional.




