Penggunaan kecerdasan buatan (AI) terus meluas ke berbagai sektor, termasuk industri perfilman Hollywood. Sejumlah studio terkemuka kini mulai mengadopsi teknologi AI untuk mendukung berbagai tahapan produksi film, mulai dari proses pengembangan ide hingga pascaproduksi.
Meskipun pemanfaatan AI masih menjadi perdebatan sengit di kalangan industri kreatif, beberapa studio menegaskan bahwa teknologi tersebut difungsikan sebagai alat pendukung, bukan untuk menggantikan kreativitas manusia. Mereka juga mengklaim berkomitmen menjaga perlindungan hak cipta serta hanya memanfaatkan data dan aset yang memiliki izin resmi.
A24 Kembangkan Teknologi AI untuk Bantu Sineas
Studio independen A24 menjalin kerja sama riset dengan Google melalui unit DeepMind. Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan teknologi berbasis AI yang dapat membantu para pembuat film.
Melalui divisi A24 Labs, studio tersebut tengah mengembangkan aplikasi storyboard berbasis AI. Teknologi ini dirancang untuk mempermudah proses perencanaan produksi tanpa menghilangkan kendali kreatif para sineas.
Ketua divisi teknologi A24 Labs, Scott Belsky, menyatakan, “AI dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab sehingga tetap memberi ruang bagi kreativitas sekaligus mendorong lahirnya ide-ide baru dalam produksi film.” Menurut A24, teknologi AI diposisikan sebagai alat pendukung yang diharapkan mampu membantu proses kreatif agar lebih efisien, tanpa mengurangi peran utama manusia dalam menghasilkan karya.
Disney Manfaatkan AI untuk Percepat Proses Desain
Walt Disney Imagineering Research & Development juga mulai memanfaatkan AI melalui kolaborasi dengan Adobe. Kerja sama yang diumumkan pada 16 Juni 2026 ini berfokus pada percepatan proses desain dan visualisasi pra-produksi untuk Disney Parks and Experiences.
Teknologi tersebut diwujudkan melalui Adobe Firefly Foundry, yang dikembangkan menggunakan aset berlisensi serta aset proprietary milik Disney. Model AI ini juga disesuaikan agar mampu memahami karakter visual dari masing-masing waralaba Disney.
Disney menegaskan bahwa pengembangan model AI dilakukan menggunakan materi yang telah memiliki lisensi resmi. Langkah ini diambil untuk memastikan aspek hak kekayaan intelektual tetap diperhatikan secara ketat.



