Pertandingan sengit antara Persija Jakarta dan Borneo FC Samarinda di Jakarta International Stadium (JIS) pada Rabu, 04 Maret 2026, berakhir imbang 2-2. Drama gol telat di menit 90+4 membuyarkan kemenangan yang sudah di depan mata Macan Kemayoran, sekaligus diwarnai hujan sembilan kartu kuning sepanjang laga.

Intensitas Tinggi Sejak Awal Babak Kedua

Sejak peluit babak kedua dibunyikan, intensitas pertandingan langsung meningkat drastis. Persija Jakarta berhasil memecah kebuntuan terlebih dahulu melalui gol Gustavo yang sukses menaklukkan kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.

Borneo FC segera memberikan respons. Juan Villa berhasil menyamakan kedudukan, membuat skor kembali imbang 1-1 dan menambah panasnya atmosfer di JIS.

Hujan Kartu Kuning Warnai Duel Fisik

Pertandingan semakin keras dan diwarnai banyak duel fisik. Wasit harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikan jalannya laga. Hingga pertengahan babak kedua, total sembilan kartu kuning telah dikeluarkan.

Dari kubu Persija, Doni Tri Pamungkas, Rizky Ridho, Thales, Fabio, Jordi Amat, dan Allano harus menerima ganjaran kartu kuning akibat pelanggaran taktis dan duel keras. Sementara itu, tiga pemain Borneo FC, yakni Mariano Peralta Bauer, Buffon, serta Ikhsan Nul Zikrak, juga masuk dalam buku catatan wasit. Jumlah kartu ini menjadi cerminan betapa tingginya tensi dan kerasnya pertandingan.

Gol Fabio Calonego dan Kejutan Menit Akhir

Saat laga tampak akan berakhir imbang, Persija kembali unggul di menit ke-74. Kali ini, Fabio Calonego yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor, membuat JIS bergemuruh dan suporter Macan Kemayoran optimis meraih tiga poin penuh.

Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan hingga peluit akhir berbunyi. Memasuki masa injury time, Borneo FC menolak menyerah. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan tim tamu akhirnya membuahkan hasil di menit 90+4.

Ikhsan Nul Zikrak memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang Persija dan berhasil menaklukkan penjaga gawang Andritany Ardhiyasa. Gol telat tersebut membuat skor kembali imbang 2-2, sekaligus memupuskan harapan kemenangan Persija Jakarta yang sudah di depan mata.

Ironisnya, Ikhsan Nul Zikrak tidak hanya menjadi pahlawan dengan gol penyeimbang, tetapi juga menerima kartu kuning dalam laga penuh emosi tersebut. Golnya menjadi klimaks dari pertandingan yang sejak awal lebih menyerupai pertarungan fisik dan mental.

Hasil imbang ini terasa pahit bagi Persija yang dua kali unggul. Sebaliknya, bagi Borneo FC, satu poin di kandang lawan terasa seperti kemenangan moral. Laga ini menegaskan bahwa di tengah hujan sembilan kartu kuning dan tensi yang membara, tak ada yang benar-benar aman hingga peluit panjang dibunyikan.