Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon menanggapi keresahan masyarakat terkait kerusakan jalan lingkungan di sejumlah wilayah. Pihak DPRKP memastikan perbaikan akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran.
Kerusakan jalan, terutama dalam kategori jalan lingkungan, banyak ditemukan di beberapa ruas jalan seperti di Kelurahan Kalijaga, Argasunya, hingga Sunyaragi. Lubang-lubang di jalan ini kian meresahkan warga, terutama akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kota Cirebon belakangan ini.
Anggaran dan Skala Prioritas Perbaikan
Untuk mengatasi masalah ini, DPRKP Kota Cirebon mengalokasikan anggaran sekitar Rp 12 miliar. Dana tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi perbaikan jalan, tetapi juga untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu).
Kepala DPRKP Kota Cirebon, Wandi Sofyan, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu, pihaknya telah berhasil memperbaiki 230 ruas jalan lingkungan. Untuk tahun ini, perbaikan akan terus dilanjutkan dengan memperhatikan skala prioritas yang telah ditetapkan.
Wandi Sofyan menjelaskan, “perbaikan untuk kerusakan jalan akan dilakukan bertahap menyesuaikan dengan anggaran.” Pernyataan ini menegaskan komitmen DPRKP untuk mengatasi masalah infrastruktur jalan secara berkelanjutan.




