Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Cirebon mengalami penurunan signifikan di awal tahun 2026. Kondisi ini terjadi meskipun telah melewati periode libur panjang seperti Natal, Tahun Baru, dan Imlek yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata.

Penurunan ini mendapat sorotan tajam dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon. Mereka menyoroti minimnya jumlah pengunjung di berbagai objek wisata, termasuk Gua Sunyaragi.

Pada momen libur Imlek lalu, objek wisata Gua Sunyaragi hanya mencatat rata-rata sekitar 200 pengunjung per hari. Angka ini “jauh dari harapan” pengelola dan pihak terkait, mengindikasikan bahwa momentum libur panjang belum mampu mendongkrak kunjungan secara signifikan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf, mendesak Pemerintah Kota Cirebon untuk segera mengkaji secara mendalam permasalahan penurunan jumlah wisatawan ini. Menurutnya, evaluasi komprehensif diperlukan untuk mencari akar masalah dan solusi.

Yusuf juga menekankan pentingnya sinergi antara pengelolaan wisata dan pembangunan infrastruktur kota. “Pengelolaan wisata maupun pembangunan infrastruktur kota harus sejalan karena keduanya berkesinambungan,” ujar Yusuf, menegaskan bahwa kedua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan dalam upaya memajukan pariwisata Cirebon.