Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh telah menyiapkan tiga skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kemacetan selama pelaksanaan Pekan Raya Ramadhan Banda Aceh 1447 H. Acara tersebut akan berlangsung mulai Jumat, 27 Februari hingga 13 Maret 2026, bertempat di bekas lahan Pasar Aceh Shopping Center (PAS).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Ir M Syaifuddin Ambia ST MT, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan secara fleksibel, menyesuaikan kondisi kepadatan kendaraan di lapangan.
Skema pertama akan diberlakukan saat terjadi kemacetan. Dalam kondisi ini, akses jalan di depan Toko Sepeda Serikat akan ditutup, dan arus kendaraan akan dialihkan untuk belok ke kiri. Kebijakan ini bertujuan untuk memperlambat laju kendaraan, mengingat arus keluar dari Masjid Raya juga dialihkan menuju kawasan tersebut.
“Jika kondisi mulai lancar, maka akses akan dibuka kembali agar kendaraan dapat melintas lurus menuju Jalan Tentara Pelajar. Sistemnya buka-tutup,” ujar Syaifudin kepada wartawan pada Kamis sore (26/2/2026).
Apabila lalu lintas masih lancar namun bergerak merayap, skema kedua akan diterapkan. Pada kondisi ini, arus kendaraan tetap dibiarkan mengalir tanpa pengalihan.
Sementara itu, skema ketiga akan diberlakukan jika tingkat kepadatan lalu lintas sangat tinggi. Dishub akan menutup seluruh akses dan mengalihkan kendaraan dari depan BSI untuk memutar hingga kawasan Sanusi, lalu kembali ke jalur di samping BSI menuju Jalan Tentara Pelajar atau Jalan Diponegoro.
Selain rekayasa lalu lintas, Dishub juga telah menyiapkan lokasi parkir. Untuk kendaraan roda dua, area parkir akan disediakan di belakang tenant dengan kapasitas sekitar 300 hingga 500 sepeda motor. Kendaraan roda empat akan diarahkan ke kawasan Pasar Aceh, sebagian Jalan Tentara Pelajar, depan BSI, serta Jalan Diponegoro yang akan difungsikan penuh sebagai area parkir.
“Tidak ada lagi PKL di sepanjang Jalan Diponegoro karena akan digunakan untuk parkir selama Pekan Raya Ramadhan dan Pekan QRIS,” pungkas Syaifuddin.




