Gugatan cerai yang dilayangkan Wardatina Mawa terhadap Insanul Fahmi di Pengadilan Agama Medan semakin memanaskan konflik rumah tangga pasangan tersebut. Di tengah proses hukum yang berjalan, Insanul Fahmi secara terbuka menuding adanya campur tangan pihak luar yang dinilai memperkeruh situasi.
Insanul Fahmi meyakini bahwa keterlibatan orang-orang yang tidak berkepentingan menjadi salah satu pemicu utama keretakan hubungannya dengan sang istri. Ia mengungkapkan, kondisi rumah tangganya menjadi semakin rumit setelah Wardatina Mawa banyak mendengarkan masukan dari pihak eksternal.
“Situasi jadi panas karena Mawa banyak mendengarkan pihak lain yang sebenarnya tidak ada urusannya dengan rumah tangga,” ujar Insanul Fahmi, menjelaskan pandangannya terkait dinamika yang terjadi.
Meski demikian, Insanul Fahmi mengaku masih membuka ruang untuk berdamai dan mempertahankan pernikahannya. Ia telah berupaya memperbaiki hubungan dan menyelesaikan konflik secara dewasa sejak awal. Namun, banyaknya opini dan masukan dari pihak luar justru membuat persoalan semakin kompleks.
Menurut Insanul Fahmi, konflik rumah tangga mereka tidak hanya berdampak pada hubungan suami-istri, tetapi juga menyeret keluarga dalam pusaran masalah. “Dari awal aku coba memperbaiki dan mengelola semuanya, tapi makin ke sini makin kusut. Banyak pihak ikut terdampak, termasuk keluarga,” ungkapnya.
Di tengah situasi yang memanas, Insanul Fahmi juga menyebut bahwa komunikasi dengan Wardatina Mawa sempat terjalin. Komunikasi tersebut dilakukan dalam upaya mencari jalan damai bagi kedua belah pihak.




