Desa Trusmi Wetan di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, terus memantapkan diri sebagai destinasi wisata unggulan. Sejak resmi ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2023, berbagai potensi budaya dan edukasi gencar dikemas untuk menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kekuatan utama Desa Wisata Trusmi Wetan terletak pada seni tradisi dan edukasi batik. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan Tarian Babak dan Seru Baris yang kerap ditampilkan untuk menyambut tamu di area janggar dan pintu masuk kramat, memberikan pengalaman budaya yang otentik.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat telah menyiapkan beragam paket wisata, mulai dari kunjungan harian hingga menginap di homestay milik warga. Rangkaian kegiatan yang ditawarkan meliputi ziarah, lokakarya membatik, hingga petualangan alam ke Bukit Lumpang yang terletak di Desa Bobos.
Wahyu Ramdan dari Pokdarwis Desa Trusmi Wetan mengatakan, “Pada Juni mendatang, desa ini dijadwalkan menerima tamu dari Singapura bertepatan dengan agenda Buka Sirap.” Kunjungan ini menjadi salah satu indikator kesiapan Trusmi Wetan menyambut pasar internasional.
Data menunjukkan, sepanjang tahun 2025, Desa Wisata Trusmi Wetan telah dikunjungi sekitar 1.500 wisatawan. Angka ini menjadi motivasi bagi pengelola untuk terus meningkatkan fasilitas. Pembenahan infrastruktur dan pengelolaan sampah terus dilakukan secara berkesinambungan, bekerja sama dengan dinas terkait, demi kenyamanan pengunjung.
Ke depan, strategi promosi digital akan menjadi fokus utama. Pengelola berencana mengundang influencer untuk memperluas jangkauan promosi, agar Desa Wisata Trusmi Wetan semakin dikenal luas di kancah nasional maupun internasional.




