Toronto – Penyerang Deniz Undav secara mengejutkan muncul sebagai pahlawan bagi Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. Meski selalu memulai laga dari bangku cadangan, pemain Stuttgart berusia 29 tahun ini tampil menggila dan menjadi sosok paling kontributif bagi Die Mannschaft.
Deniz Undav, Super Sub Paling Mematikan Jerman
Terbaru, Undav menjadi aktor utama yang menyelamatkan muka Jerman saat bersua Pantai Gading pada laga kedua Grup E. Bertanding di BMO Field, Toronto, Minggu (21/6) dini hari WIB, ia memborong dua gol untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Berkat donasi dua golnya tersebut, Undav kini meroket ke daftar puncak top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan koleksi 3 gol. Ia bersanding dengan nama besar seperti Lionel Messi dan bomber Kanada, Jonathan David.
Samai Rekor Legenda Kamerun, Roger Milla
Eksistensi Undav di atas lapangan benar-benar efektif. Jika ditotal dari dua laga awal, ia tidak hanya mengemas 3 gol, tetapi juga sudah menyumbang 2 assist yang ia cetak pada laga perdana kontra Curacao. Dengan keterlibatan dalam 5 gol hanya dari dua laga, Deniz Undav resmi menyamai rekor legendaris milik Roger Milla dari Kamerun di Piala Dunia 1990 sebagai pemain pengganti paling mematikan.
Catatan ini terasa semakin luar biasa mengingat menit bermainnya yang terbilang minim. Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, sejauh ini memang lebih memercayakan posisi ujung tombak utama kepada Kai Havertz.
Magis dari Bangku Cadangan
Namun, Undav selalu punya cara untuk menjawab tantangan lewat magisnya dari bangku cadangan:
- Vs Curacao (Laga Pertama): Masuk menit ke-64 menggantikan Jamal Musiala. Hasilnya, ia langsung memborong 2 assist untuk mengunci kemenangan telak Jerman 7-1.
- Vs Pantai Gading (Laga Kedua): Masuk menit ke-60 saat Jerman tertinggal akibat gol Franck Kessie. Undav langsung menyamakan kedudukan di menit ke-68, sebelum akhirnya mengunci kemenangan dramatis 2-1 lewat golnya di injury time (90+4′).
Merendah dan Menikmati Momen
Ditemui usai pertandingan kontra Pantai Gading, Undav mengaku sangat menikmati momentum emasnya ini. Ia memuji respons mental rekan-rekan setimnya yang tidak panik meski sempat tertinggal lebih dulu.




