Penyanyi dan guru vokal asal Aceh, Dara Dali, resmi merilis karya terbarunya berjudul ‘Garipo’ pada 15 Desember 2025. Lagu ini menjadi medium ekspresi Dara untuk menyuarakan kisah kesedihan anak yatim piatu, yang dibalut dalam nuansa jazz etnik dengan lirik berbahasa Gayo yang sarat makna.

Garipo mengangkat tema sosial yang mendalam, menggambarkan kehilangan sosok ibu dan ayah sebagai tempat mengadu, berbagi cerita, dan menumpahkan rindu. Dalam budaya Gayo, anak yatim piatu dikenal dengan sebutan Anak Merek, sebuah istilah yang merepresentasikan kehilangan sekaligus ketegaran.

Lagu ini merupakan ciptaan asli Abu Musa Azhari alias AR Moese dari dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Kemudian, aransemen ulang dilakukan oleh Mulyadi, seorang musisi jazz Aceh yang juga merupakan guru musik Dara Dali. Sentuhan jazz etnik pada aransemen ‘Garipo’ berhasil menjaga makna dan emosi lagu asli, sekaligus menghadirkan nuansa musikal yang lebih segar dan modern.

Melalui ‘Garipo’, Dara Dali ingin menyuarakan perasaan anak-anak yatim piatu yang kerap tidak tersampaikan. “Lagu ini saya nyanyikan dengan perasaan yang sangat personal. Ada banyak anak yang mungkin tidak mampu menyuarakan rindunya, dan melalui Garipo saya ingin suara mereka bisa terdengar,” ujar Dara kepada Pintoe.co pada Kamis, 19 Maret 2026.

Dara berharap lagu ini dapat menjadi pengingat akan pentingnya empati, kasih sayang, dan kepedulian sosial. “Kalau lagu ini bisa membuat seseorang lebih peka dan lebih peduli, itu sudah lebih dari cukup bagi saya,” tambahnya.

Meskipun berasal dari Kabupaten Pidie, Dara memandang musik daerah di Aceh sebagai kekayaan bersama, termasuk dari Gayo. Ketertarikannya pada ‘Garipo’ muncul saat ia diminta menyanyikan lagu-lagu Gayo dalam sebuah acara. “Lagu-lagu Gayo memiliki warna musikal dan emosi yang khas. Saat pertama kali mendengar Garipo, saya langsung tertarik karena melodi dan maknanya,” tuturnya.

Proses mempelajari lirik berbahasa Gayo menjadi pengalaman berharga bagi Dara. Ia tidak hanya fokus pada pengucapan, tetapi juga memahami arti dan nuansa setiap kata dengan bantuan teman-teman dari Gayo, demi penyampaian makna yang tepat. “Saya berharap lagu ini bisa menjadi jembatan untuk mengenal bahasa dan budaya Gayo,” harapnya.

Selain aktif sebagai penyanyi sopran dan jazz, Dara Dali juga membina generasi muda melalui pendidikan vokal di Banda Aceh dan Aceh Besar, termasuk melalui layanan privat Ravocal Academy. Ia juga kerap menjadi narasumber di berbagai media untuk membahas vokal pop, jazz, dan pengembangan bakat. Bagi Dara, pendidikan vokal bukan hanya soal teknik, tetapi juga membangun keberanian, disiplin, dan rasa percaya diri siswa. “Musik adalah ruang belajar yang membahagiakan,” pungkasnya.

Ke depan, Dara berencana memproduksi video klip untuk memperkuat pesan emosional lagu ‘Garipo’. Saat ini, lagu tersebut sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital, termasuk Spotify.