MILAN, ITALIA – Alysa Liu mencatatkan sejarah gemilang di Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina dengan meraih medali emas nomor tunggal putri figure skating. Kemenangan ini tidak hanya menjadi puncak dari comeback spektakulernya, tetapi juga mengakhiri penantian 24 tahun Amerika Serikat untuk gelar Olimpiade di nomor tersebut. Liu tampil memukau di program bebasnya pada Kamis (19 Februari 2026), melesat dari peringkat ketiga di program pendek untuk mengamankan podium tertinggi dengan total skor 226,79 poin, sebuah rekor pribadi terbaiknya.
Kembali dari Masa Pensiun
Perjalanan Liu menuju emas Olimpiade ini penuh liku. Setelah pensiun dari dunia figure skating kompetitif pada usia 16 tahun pasca Olimpiade Beijing 2022 karena kelelahan mental dan keinginan untuk mengeksplorasi hidup di luar arena es, ia memutuskan kembali pada Maret 2024. Keputusan comeback ini terinspirasi dari pengalaman bermain ski yang membangkitkan kembali semangat kompetitifnya.
“Saya belum merasakan adrenalin itu lagi sejak saya berhenti skating,” ungkap Liu, menjelaskan bagaimana pengalaman bermain ski mengingatkannya pada sensasi yang sama dengan figure skating. Kepulangannya ke arena es kali ini dilakukan atas kemauannya sendiri, dengan kontrol penuh atas pemilihan musik, kostum, dan estetika programnya.
Penampilan Memukau dan Sejarah Baru
Di bawah bimbingan pelatih Phillip DiGuglielmo, Liu membawakan program bebasnya dengan iringan lagu “MacArthur Park” yang dibawakan Donna Summer. Penampilannya yang tenang, bahagia, dan penuh percaya diri memukau penonton dan juri. Ia berhasil mendaratkan tujuh lompatan triple dengan bersih, termasuk tiga dalam kombinasi, serta meraih skor tertinggi untuk aspek artistik seperti koreografi, musikalitas, dan keterampilan skating.
Kemenangan Liu ini mengukir sejarah sebagai wanita Amerika pertama yang meraih medali emas tunggal putri figure skating sejak Sarah Hughes pada Olimpiade Salt Lake City 2002. Ia juga menjadi wanita Amerika pertama yang meraih medali di nomor ini sejak Sasha Cohen meraih perak pada Olimpiade Turin 2006.
Persaingan Ketat di Podium
Liu berhasil mengungguli rival-rivalnya dari Jepang. Kaori Sakamoto, yang tampil di Olimpiade terakhirnya, meraih medali perak dengan total skor 224,90 poin. Sementara itu, Ami Nakai, skater termuda di kompetisi ini pada usia 17 tahun, merebut medali perunggu dengan 219,16 poin, turun dari posisi terdepan di program pendek. Rekan setim Liu, Amber Glenn, juga menunjukkan performa impresif dengan finis di peringkat kelima, melesat dari posisi ke-13 di program pendek.
Perjalanan Penuh Makna
Liu, yang kini berusia 20 tahun, menyatakan bahwa pencapaian ini lebih dari sekadar medali. “Kisah saya lebih penting dari apa pun bagi saya, dan itulah yang akan saya pegang erat,” ujar Liu. Ia berharap kemenangannya dapat menginspirasi orang lain untuk menemukan kembali kegembiraan dalam apa yang mereka lakukan, bahkan setelah menghadapi kesulitan.
Sebelum meraih emas Olimpiade, Liu juga telah menorehkan prestasi gemilang lainnya. Ia menjadi juara dunia pada tahun 2025, mengakhiri kekeringan gelar juara dunia bagi skater putri AS selama 19 tahun. Liu juga merupakan peraih medali perunggu di nomor beregu Olimpiade Beijing 2022.




