Livigno, Italia – Puncak kemeriahan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 di Livigno, Italia, diwarnai oleh aksi spektakuler para atlet ski gaya bebas. Salah satu bintang yang bersinar terang adalah Birk Ruud dari Norwegia, yang berhasil mengukuhkan dominasinya dengan meraih dua medali emas. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi prestasinya, tetapi juga mencetak sejarah baru dalam olahraga ski gaya bebas.
Ruud Raih Emas Ganda di Ski Gaya Bebas
Birk Ruud sukses meraih medali emas pertamanya di nomor Slopestyle Putra, mengungguli para pesaingnya dengan penampilan yang memukau. Tak lama berselang, Ruud kembali naik podium tertinggi dengan memenangkan medali emas di nomor Big Air Putra. Kemenangan ganda ini menjadikan Ruud sebagai atlet freeski pertama yang berhasil mempertahankan gelar Big Air di dua edisi Olimpiade berturut-turut, sebuah pencapaian luar biasa yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu legenda olahraga musim dingin.
Dominasi dan Sejarah di Livigno
Kompetisi ski gaya bebas di Livigno Snow Park, Italia, yang berlangsung dari 7 hingga 21 Februari 2026, menyajikan persaingan ketat dan momen-momen bersejarah. Selain Ruud, atlet lain juga menorehkan prestasi gemilang. Kontingen Tiongkok menunjukkan dominasinya di nomor Aerials, dengan Wang Xindi meraih emas putra dan Xu Mengtao meraih emas putri. Sementara itu, Jerman mencetak sejarah melalui Daniela Maier yang menjadi atlet Jerman pertama meraih emas di nomor Ski Cross Putri.
Debut nomor Dual Moguls juga menjadi sorotan, dengan Mikaël Kingsbury dari Kanada berhasil meraih medali emas pertama di disiplin baru ini. Olimpiade Musim Dingin 2026 ini juga menandai penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem penilaian dan sensor biometrik pada peralatan atlet, yang semakin mendorong inovasi dalam olahraga ski gaya bebas.
Hasil Lengkap dan Teknologi Pendukung
Di nomor Big Air Putra, Birk Ruud mencatatkan skor total 189.50, mengalahkan Mac Forehand dari Amerika Serikat yang meraih perak (186.75) dan Matěj Švancer dari Austria yang meraih perunggu (183.25). Kemenangan Švancer menjadi medali Olimpiade pertama bagi Austria di nomor Big Air ski gaya bebas. Sementara itu, di nomor Slopestyle Putra, Ruud meraih skor 86.28 di final. Alex Hall dari Amerika Serikat dan Luca Harrington dari Selandia Baru juga turut meraih medali di nomor ini.
Teknologi canggih turut berperan dalam kesuksesan para atlet. Birk Ruud dilaporkan menggunakan Smart Ski Bindings yang dapat melepaskan tekanan secara otomatis untuk mencegah cedera, sementara Alex Ferreira memanfaatkan HUD Goggles yang memberikan data real-time mengenai kondisi angin. Sistem penilaian Joint AI-Human Scoring juga digunakan untuk memberikan skor yang lebih objektif.




