SURABAYA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bekerja sama dengan Yayasan Al-Ichsan menyelenggarakan program Pesantren Jalan Cahaya di Surabaya. Inisiatif ini memfasilitasi 100 anak dari kelompok marjinal di kota tersebut untuk mendapatkan akses pendidikan yang setara serta pembinaan mental.

Program yang bertajuk Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan 1447 H ini berlangsung selama dua hari, pada 7 hingga 8 Maret 2026. Pembinaan intensif tersebut dipusatkan di Yayasan Al Ichsan, Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya.

Peserta program ini merupakan anak-anak yang selama ini kerap terpinggirkan, meliputi anak jalanan, pengemis, pemulung, hingga yatim dhuafa yang membutuhkan pendampingan khusus. Selama kegiatan, mereka diberikan berbagai materi penting, mulai dari motivasi, psikologi, hingga interaksi sosial untuk menunjang kekuatan mental mereka.

Ketua Panitia Pesantren Jalan Cahaya, Linda Kurniasari, merinci bahwa komposisi peserta memang berasal dari kelompok ekonomi bawah. “Total ada peserta 100 anak dari anak yatim piatu, anak prasejahtera, anak jalanan, dan juga anak pengemis,” ujar Linda pada Sabtu (7/3/2026).

Wakil Ketua II Baznas Jawa Timur, Ahsanul Haq, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pendidikan. Pihaknya berupaya merangkul berbagai kelompok, termasuk anak punk dan kelompok marjinal lainnya, agar mereka juga mendapatkan porsi pendidikan yang setara. Ahsanul menekankan pentingnya penguatan karakter bagi anak-anak yang sering terabaikan di ruang publik. “Pembinaan agar mentalnya bisa kuat menghadapi kehidupan, sehingga mereka tidak rapuh,” katanya.

Salah seorang peserta, Nabilussalam, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini. Ia mengaku mendapatkan pengalaman belajar agama secara intensif yang sangat berharga baginya.