Barcelona tampil beringas di kandang sendiri, Camp Nou, saat menjamu Newcastle United pada leg kedua Liga Champions, Kamis (19/3/2026). Blaugrana menghancurkan tim tamu dengan skor telak 7-2, memastikan diri melaju ke babak selanjutnya dengan agregat 8-3.
Dominasi Awal dan Perlawanan Sengit Newcastle
Sejak peluit awal dibunyikan, Barcelona menunjukkan intensitas tinggi. Hasil imbang 1-1 di leg pertama membuat tim Catalan datang tanpa kompromi, melancarkan tekanan demi tekanan tanpa henti.
Publik tuan rumah bergemuruh saat Raphinha membuka keunggulan pada menit keenam melalui penyelesaian tajam. Namun, Newcastle United menunjukkan perlawanan sengit, dengan Anthony Elanga berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-15.
Pertandingan berubah menjadi duel terbuka. Barcelona kembali memimpin lewat gol Marc Bernal, tetapi Elanga kembali menjadi momok bagi tuan rumah dengan mencetak gol keduanya di menit ke-28, mengubah skor menjadi 2-2.
Di momen krusial jelang turun minum, Barcelona kembali menunjukkan mental juara. Lamine Yamal dengan dingin mengeksekusi penalti pada menit 45+7, memberikan keunggulan 3-2 bagi Barcelona dan pukulan psikologis bagi Newcastle.
Badai Gol Barcelona di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Barcelona tak lagi sekadar menekan, melainkan menghancurkan pertahanan Newcastle. Permainan cepat, presisi, dan tanpa ampun membuat tim tamu tak berkutik.
Fermin Lopez memperlebar jarak, sebelum Robert Lewandowski menunjukkan kelasnya dengan mencetak dua gol beruntun yang mematikan harapan lawan. Gol-gol tersebut semakin menegaskan dominasi Barcelona.
Raphinha kemudian menutup malam dengan gol keduanya, memastikan pesta tujuh gol Barcelona di kandang sendiri. Newcastle, yang sempat memberi perlawanan sengit di babak pertama, harus menerima kenyataan pahit dilumat oleh determinasi dan kualitas tim tuan rumah.
Pesan Tegas dari Blaugrana
Kekalahan ini menjadi pelajaran keras bagi Newcastle United tentang arti konsistensi, fokus, dan mental di Liga Champions. Mereka datang dengan harapan, namun pulang dengan luka yang akan membekas lama.
Di sisi lain, Barcelona mengirim pesan tegas kepada Eropa bahwa mereka belum selesai. Dengan semangat juang yang menyala sejak menit pertama hingga akhir, Blaugrana kembali membuktikan bahwa di kompetisi ini, hanya mereka yang berani berjuang habis-habisan yang akan bertahan.



