Laga krusial akan tersaji pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 saat Bali United menjamu Persijap Jepara di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu malam (28/2/2026). Kedua tim sama-sama mematok target tiga poin penuh, namun dengan alasan yang berbeda dan tantangan yang tidak kalah berat.

Kondisi Terkini Kedua Tim

Bali United datang ke pertandingan ini dengan beban berat. Mereka berusaha memutus rentetan enam kekalahan beruntun dan mengakhiri catatan kebobolan dalam 13 pertandingan terakhir. Situasi semakin sulit bagi Serdadu Tridatu karena harus kehilangan beberapa pemain kunci. Salah satunya adalah Joao Ferrari yang absen akibat kartu merah saat melawan PSIM Yogyakarta pekan lalu.

Selain itu, pertandingan kandang kali ini tidak dapat disaksikan langsung oleh suporter setia mereka, Semeton Dewata, menyusul sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI. Hal ini tentu menjadi pukulan moral bagi tim yang membutuhkan dukungan penuh.

Di sisi lain, Persijap Jepara sedang dalam motivasi tinggi setelah berhasil meraih kemenangan penting atas Persebaya pada pekan sebelumnya. Amunisi anyar Laskar Kalinyamat mulai menunjukkan kualitasnya, terutama Iker Guarrotxena yang telah mencetak tiga gol dalam lima pertandingan terakhirnya.

Tanggapan Pelatih

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengakui bahwa pertandingan melawan Persijap di Stadion Dipta akan menjadi ujian berat. “Kami di putaran pertama bisa menang di kandang mereka, tapi saat itu situasi tidak mudah dan sekarang mereka juga memiliki pemain yang baru. Kami juga kehilangan beberapa pemain. Mudah-mudahan kami bisa memberikan 3 poin untuk suporter,” ujar Jansen.

Jansen juga menyayangkan absennya pendukung Bali United di stadion. “Saya menyesal suporter tidak bisa datang ke stadion. Semoga kami bisa tampil bagus untuk mereka,” harapnya. Mengenai absennya Joao Ferrari, Jansen tidak terlalu khawatir. “Soal absennya Joao Ferrari, saya pikir tidak ada masalah. Dia pemain yang banyak berkembang dan di pertandingan besok, bisa digantikan oleh Bagas Adi,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, bertekad untuk mempertahankan tren positif timnya setelah kemenangan atas Persebaya. Lemos menyadari bahwa laga kontra Bali United tidak akan mudah, mengingat pada putaran pertama Serdadu Tridatu berhasil menang tipis 2-1 di markas Persijap.

“Kalau mau curi poin di sini, tidak boleh hanya mengeluarkan 60 persen kemampuan, tapi harus lebih dari itu. Harus bisa maksimal. Saat bertahan dan menyerang, semua pemain harus kompak,” kata Lemos, menekankan pentingnya kerja keras dan kekompakan timnya.