Iran tengah mempertimbangkan untuk menarik diri dari keikutsertaannya dalam Piala Dunia Sepak Bola 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko pada Juni-Juli mendatang. Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan brutal militer AS dan Israel yang menyasar wilayah serta pemimpin negeri Republik Islam tersebut.

Pada akhir Februari lalu, Iran digempur melalui serangan udara oleh AS dan Israel. Insiden tersebut menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameni. Kemarahan Iran atas serangan brutal ini mendorong kesiapan negara tersebut untuk memboikot gelaran World Cup 2026.

Jika Iran akhirnya memutuskan untuk memboikot Piala Dunia 2026, tindakan ini bukanlah yang pertama dalam sejarah kompetisi sepak bola terbesar di dunia. Beberapa negara sebelumnya juga pernah melakukan hal serupa, meskipun dengan alasan yang berbeda.

Sejarah Boikot Piala Dunia: Kasus Uruguay 1934

Salah satu contoh paling terkenal adalah boikot yang dilakukan oleh Uruguay pada Piala Dunia 1934. Sebagai juara bertahan dari edisi pertama pada tahun 1930, Uruguay diundang untuk berpartisipasi dalam turnamen yang kala itu digelar di Italia.

Namun, negara di Amerika Selatan itu memilih untuk tidak hadir. Keputusan ini merupakan balasan atas tindakan negara-negara Eropa yang menolak untuk mengikuti Piala Dunia 1930 di Uruguay. Akibatnya, sejarah mencatat Piala Dunia 1934 menjadi satu-satunya kompetisi tanpa kehadiran juara bertahan.