Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cirebon Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota Cirebon pada Sabtu, 28 Februari 2026. Aksi ini bertujuan mengevaluasi satu tahun kinerja kepemimpinan Walikota Effendi Edo dan Wakil Walikota Siti Farida, dengan menyoroti sejumlah program yang dinilai belum optimal bagi masyarakat.

Meskipun berlangsung di tengah bulan Ramadan, semangat para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Cirebon Raya tidak surut untuk menyampaikan orasi dan aspirasi mereka. Mereka merangsek masuk ke gedung Balaikota Cirebon di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian.

Koordinator aksi menjelaskan bahwa mahasiswa mempertanyakan berbagai program dan kebijakan dalam visi misi Cirebon Setara yang dianggap belum maksimal. Isu-isu yang disoroti meliputi masalah infrastruktur jalan, penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur, serta persoalan di sektor pendidikan.

Para mahasiswa ditemui oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon. Namun, mereka menyatakan kekecewaan karena Walikota maupun Wakil Walikota Cirebon tidak hadir langsung untuk menemui dan mendengarkan aspirasi mereka.

Sepanjang aksi unjuk rasa, pengawalan ketat dari Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota memastikan kegiatan berlangsung damai dan kondusif tanpa insiden berarti.