Delapan media yang tergabung dalam ekosistem Promedia Group menjadi sasaran serangan siber Distributed Denial of Service (DDoS) dalam sepekan terakhir. Sejumlah serangan terindikasi mengarah langsung pada URL atau artikel tertentu yang memuat pemberitaan dugaan tindak pidana korupsi.
Media yang terdampak serangan DDoS ini antara lain Riausatu.com, Sawitku.id, Jatimnetwork.com, Suara Merdeka Solo, Berita Senator, Kabarindo, Alifnews, dan Poros Jakarta.
CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, menilai pola serangan tersebut tidak bisa dianggap sebagai gangguan teknis biasa. Ia menduga kuat adanya kaitan dengan pemberitaan spesifik yang diangkat oleh media-media tersebut.
“Kami melihat ada pola yang patut diduga berkaitan dengan pemberitaan tertentu. Kalau ada pihak yang keberatan terhadap sebuah berita, tempuh mekanisme pers. Hubungi redaksi, gunakan hak jawab, atau komunikasikan dengan Promedia. Jangan menggunakan cara-cara kriminal,” kata Agus di Bandung, Selasa 23 Juni 2026.
Agus menambahkan, Promedia Group bertanggung jawab penuh terhadap keamanan teknologi informasi media-media yang berada dalam ekosistemnya. Oleh karena itu, pihak yang merasa keberatan terhadap suatu konten dapat berkomunikasi langsung dengan Promedia Group untuk mencari solusi.
Lebih dari 160 Juta Permintaan Serangan
Direktur Teknologi Informasi Promedia Group, Rahmad Maulana, mengungkapkan bahwa selama tujuh hari terakhir, serangan yang masuk ke sejumlah media anggota mencapai lebih dari 160 juta request. Angka ini menunjukkan intensitas serangan yang sangat tinggi.
Salah satu serangan terbesar tercatat pada Poros Jakarta, yang menerima sekitar 32 juta request dalam satu gelombang serangan pada Senin (22/6).
“Serangan DDoS dilakukan dengan membanjiri server menggunakan sejumlah besar request secara simultan. Tim kami telah mendokumentasikan seluruh jejak digital serangan dan terus melakukan mitigasi untuk memastikan layanan media tetap berjalan normal,” jelas Rahmad.
Serangan DDoS bertujuan melumpuhkan layanan dengan membanjiri server target dengan lalu lintas data palsu, sehingga pengguna sah tidak dapat mengakses situs web. Tim teknologi informasi Promedia Group terus berupaya keras untuk menjaga stabilitas dan ketersediaan layanan media di tengah gempuran serangan siber ini.




