Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi menjatuhkan sanksi berat kepada tim nasional Malaysia. Keputusan ini diambil setelah terbukti adanya penggunaan tujuh pemain naturalisasi yang tidak memenuhi syarat dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2027, yang berujung pada kegagalan Malaysia melaju ke putaran final.

Dalam putusan Komite Disiplin dan Etika AFC yang dirilis pada Selasa, 17 Maret 2026, Football Association of Malaysia (FAM) dinyatakan melanggar Pasal 56 Kode Disiplin dan Etika AFC mengenai kelayakan pemain, serta Pasal 22 Regulasi Kompetisi Piala Asia 2027. Pelanggaran ini terjadi dalam dua pertandingan krusial, yakni saat Malaysia menghadapi Nepal pada 25 Maret 2025 dan melawan Vietnam pada 10 Juni 2025.

Tujuh pemain yang dimaksud dan dianggap tidak memenuhi syarat adalah Hector Hevel, Imanol Machuca, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Gabriel Palmero. Akibatnya, AFC memutuskan Malaysia kalah 0-3 dalam kedua pertandingan tersebut. Padahal, sebelumnya Malaysia berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Nepal dan 4-0 atas Vietnam.

Malaysia Gagal Lolos ke Piala Asia 2027

Sanksi ini berdampak signifikan pada klasemen Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027. Malaysia yang semula memuncaki klasemen harus turun ke posisi kedua dengan sembilan poin. Sementara itu, Vietnam berhasil naik ke puncak klasemen dengan total 15 poin setelah mendapatkan tambahan tiga poin dari pertandingan yang dibatalkan.

Dengan hanya satu pertandingan tersisa, perolehan poin Malaysia dipastikan tidak mampu mengejar Vietnam. Kondisi ini secara otomatis menggagalkan langkah Harimau Malaya untuk lolos ke putaran final Piala Asia 2027 yang rencananya akan diselenggarakan di Arab Saudi.

Selain kekalahan walk over, FAM juga dijatuhi denda sebesar 50.000 dolar Amerika Serikat, atau setara dengan sekitar Rp850 juta. Denda tersebut wajib dibayarkan dalam kurun waktu 30 hari sejak keputusan dikomunikasikan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Kode Disiplin dan Etika AFC.

Menanggapi putusan tersebut, FAM melalui pernyataan resminya menyatakan akan segera mengajukan permohonan tertulis untuk memperoleh alasan lengkap dari keputusan AFC. Langkah ini diambil sebelum FAM menentukan langkah lanjutan atau upaya banding yang mungkin akan ditempuh.

Reaksi Suporter dan Tekanan Terhadap FAM

Kasus ini tidak hanya berdampak di tingkat federasi, tetapi juga memicu reaksi keras dari kalangan suporter. Sekitar 70 penggemar sepak bola Malaysia melakukan aksi demonstrasi di depan markas FAM di Kelana Jaya pada Selasa, 17 Maret 2026. Aksi protes tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan ketujuh pemain naturalisasi.

Presiden Fans Selangor FC, Hairy Ibrahim, menegaskan bahwa aksi ini hanyalah langkah awal. Ia tidak menutup kemungkinan akan adanya demonstrasi yang lebih besar jika masalah ini tidak segera diselesaikan oleh FAM dan pihak liga. “Kami melakukan protes damai terkait tujuh pemain yang menggunakan dokumen palsu, sebuah fakta yang telah dikonfirmasi oleh FIFA,” ujar Hairy.

Para suporter juga menyoroti keputusan liga yang tetap memberikan status pemain lokal kepada sejumlah pemain tersebut, meskipun telah ada sanksi sebelumnya. Tekanan dari suporter diperkirakan akan terus meningkat, terutama jika tidak ada langkah konkret dari otoritas sepak bola Malaysia dalam menyelesaikan polemik yang merugikan timnas ini.