MotoGP sedang mempertimbangkan gagasan baru untuk mengatur perpindahan pembalap, yakni dengan menerapkan sistem bursa transfer atau transfer window layaknya di dunia sepak bola. Wacana ini mengemuka setelah pergerakan bursa pembalap untuk musim 2027 dinilai berlangsung terlalu cepat.

Sekitar 80 persen kursi pembalap untuk MotoGP 2027 dilaporkan sudah terisi sebelum jeda musim panas. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa aktivitas di luar lintasan justru mengalihkan perhatian dari persaingan balapan yang seharusnya menjadi fokus utama.

Pergerakan Bursa Pembalap yang Cepat Jadi Pemicu

Gagasan mengenai transfer window ini dibahas dalam pertemuan IRTA Management Council yang berlangsung di paddock Sirkuit Silverstone. Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan tim-tim MotoGP dan Direktur Olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta.

Sejumlah kesepakatan untuk musim 2027 memang telah mencuat sejak awal tahun 2026. Beberapa di antaranya adalah Fabio Quartararo yang dikaitkan dengan Honda, Jorge Martin yang diproyeksikan menuju Yamaha, serta Pedro Acosta yang disebut akan bergabung dengan Ducati.

Meskipun pergerakan cepat ini tidak melanggar aturan yang berlaku, kekhawatiran muncul bahwa hiruk pikuk bursa pembalap dapat menggeser fokus publik dari drama dan ketegangan di lintasan balap. Oleh karena itu, MotoGP kini tengah mengkaji kemungkinan untuk menetapkan periode khusus bagi tim-tim untuk mengikat pembalap.

Tujuannya adalah untuk mengatur bursa pembalap agar tidak mengalahkan drama persaingan di lintasan. Penerapan transfer window pun menjadi salah satu opsi yang serius dipertimbangkan untuk menjaga keseimbangan antara aspek bisnis dan olahraga di MotoGP.