Pertarungan yang dinanti-nantikan selama puluhan tahun akhirnya terwujud. Argentina dan Inggris akan saling berhadapan di babak semifinal Piala Dunia 2026, memperpanjang salah satu rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Bagi megabintang Lionel Messi, momen ini sangat istimewa: untuk pertama kalinya dalam karier gemilangnya, ia akan berhadapan dengan tim nasional Inggris di panggung internasional.

Pertemuan ini menjadi puncak perjalanan kedua tim di turnamen yang penuh drama. Argentina, sang juara bertahan, harus melewati tiga laga gugur yang semuanya berlanjut hingga babak perpanjangan waktu. Sementara itu, Inggris menunjukkan mentalitas juara dengan bangkit dari ketertinggalan, memastikan tempat di semifinal untuk kedua kalinya dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir. Kini, kedua raksasa sepak bola ini bersaing memperebutkan satu tiket ke final, di mana Spanyol telah menanti setelah menyingkirkan Prancis di semifinal lainnya.

Jalan Berliku Menuju Atlanta: Drama Perpanjangan Waktu dan Kartu Merah

Perjalanan Argentina dan Inggris menuju babak empat besar tidaklah mudah. Kedua tim sama-sama harus melewati ujian mental yang berat di babak perempat final yang digelar pada Minggu (12/7/2026).

Inggris menjadi tim pertama yang mengamankan tiket semifinal setelah menaklukkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di Stadion Miami. Norwegia sempat mengejutkan dengan keunggulan pada menit ke-36 melalui Andreas Schjelderup. Namun, Jude Bellingham tampil sebagai pahlawan. Ia menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama (45+2’) sebelum mencetak gol kemenangan pada menit ketiga babak tambahan waktu. Dua gol Bellingham membawa The Three Lions lolos ke semifinal untuk kedua kalinya dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir.

Di sisi lain, Argentina juga harus bekerja keras di Stadion Kansas City untuk menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 setelah babak perpanjangan waktu. Argentina unggul lebih dulu melalui tandukan Alexis Mac Allister pada menit ke-10, memanfaatkan umpan tendangan sudut Lionel Messi. Namun, Swiss berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-67 lewat sontekan Dan Ndoye.

Situasi pertandingan berubah drastis ketika striker Swiss, Breel Embolo, menerima kartu kuning kedua akibat aksi diving dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Argentina akhirnya membongkar pertahanan Swiss di babak tambahan waktu. Julian Alvarez mencetak gol spektakuler dari jarak 25 yard pada menit ke-112, sebelum Lautaro Martinez menutup kemenangan 3-1 pada masa injury time (120+1’).