Pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pelajar Pidie (FOKUSGAMPI) Banda Aceh periode 2026–2028 resmi dilantik di Gedung Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Jumat malam, 3 Juli 2026. Wakil Bupati Pidie, Al Zaizi, secara langsung mengukuhkan kepengurusan baru yang dipimpin oleh Irwandi sebagai Ketua Umum, didampingi Andy Ramadhana sebagai Sekretaris Jenderal, dan Muhammad Ikhsan sebagai Bendahara Umum.

Pelantikan ini menandai momentum penting bagi konsolidasi organisasi dalam memperkuat persatuan, kaderisasi, serta kontribusi generasi muda Pidie sebagai mitra pembangunan daerah. Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil, serta sejumlah tokoh daerah dan mantan pengurus FOKUSGAMPI.

Ketua Panitia, Rahmatullah, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pelantikan merupakan hasil kerja kolektif kader FOKUSGAMPI yang telah melalui proses pembinaan organisasi. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur kepanitiaan berasal dari internal kader.

“Seluruh pelaksana kegiatan malam ini merupakan hasil inisiasi dan pembinaan FOKUSGAMPI. Ini membuktikan bahwa organisasi tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang mampu merancang, mengelola, dan menyelenggarakan kegiatan besar secara profesional,” ujar Rahmatullah dalam rilis yang diterima media.

Ketua Umum FOKUSGAMPI Banda Aceh periode 2026–2028, Irwandi, menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari amanah pengabdian. “Kami berkomitmen menjadikan FOKUSGAMPI sebagai rumah besar masyarakat Pidie di Banda Aceh,” tegasnya. Irwandi juga mengajak seluruh elemen masyarakat Pidie untuk menjaga kekompakan dan memperkuat kebersamaan. “Dengan persatuan dan kebersamaan, insya Allah FOKUSGAMPI akan menjadi organisasi yang kuat, bermartabat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Pidie,” tambahnya.

Wakil Bupati Pidie, Al Zaizi, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru FOKUSGAMPI. Ia berharap organisasi ini dapat menjadi wadah pemersatu generasi muda Pidie serta melahirkan gagasan konstruktif bagi pembangunan daerah. Al Zaizi juga mendorong pengurus untuk membangkitkan semangat gotong royong, termasuk rencana pembangunan sekretariat permanen sebagai pusat aktivitas organisasi. Menurutnya, sekretariat tersebut penting sebagai ruang pembinaan, koordinasi, dan penguatan solidaritas pemuda Pidie di Banda Aceh, sekaligus memperkuat keberlanjutan kaderisasi.

Sementara itu, Anggota DPR RI Nasir Djamil berharap FOKUSGAMPI dapat menjadi rumah besar pemuda Pidie tanpa sekat latar belakang. Ia menekankan pentingnya organisasi kepemudaan untuk menghadirkan karya dan program yang berdampak bagi masyarakat. “Jadikan FOKUSGAMPI sebagai rumah bersama. Organisasi akan dinilai dari manfaat yang diberikannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Prosesi pelantikan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto pengurus bersama tamu undangan. Dengan semangat kolaborasi, kaderisasi, dan persatuan, kepengurusan FOKUSGAMPI Banda Aceh periode 2026–2028 diharapkan menjadi organisasi yang adaptif, progresif, dan berkontribusi secara nyata bagi generasi muda Pidie.