Era prediksi juara Piala Dunia melalui ramalan hewan ikonik seperti Gurita Paul kini telah bergeser. Menjelang Piala Dunia 2026, teknologi Kecerdasan Buatan (AI) mengambil alih peran tersebut, merilis proyeksi mengejutkan mengenai kandidat terkuat peraih trofi paling bergengsi di dunia.

Sebuah studi terbaru yang dirilis oleh perusahaan konsultan data asal Prancis, AVISIA, bekerja sama dengan media olahraga Foot Mercato, menempatkan Prancis dan Argentina sebagai dua negara dengan probabilitas tertinggi untuk menjadi juara dunia.

Studi raksasa ini memanfaatkan pemodelan AI canggih untuk menghitung peluang juara dari masing-masing negara peserta Piala Dunia 2026. Sistem AI tidak hanya menganalisis rekam jejak kemenangan atau kekalahan tim di atas kertas.

Ribuan titik data rumit disedot dan diproses, meliputi kebugaran pemain, kedalaman skuad, nilai pasar, metrik canggih seperti expected goals (xG), hingga efisiensi lini serang dan bertahan setiap tim.

Hasil simulasi ini mengindikasikan dua negara akan berbenturan sengit di partai final yang dijadwalkan pada 19 Juli 2026 di New Jersey, Amerika Serikat.

Prancis dan Argentina Berbagi Takhta Favorit Utama

Setelah memproses jutaan data, simulasi AI menempatkan Prancis dan Argentina di posisi teratas sebagai kandidat juara paling kuat. Kedua negara ini sama-sama mengantongi probabilitas sebesar 21% untuk menjadi juara dunia.

AI memiliki alasan logis mengapa kedua tim ini sangat diunggulkan:

Mengapa Prancis Dijagokan?

  • AI melihat Les Bleus memiliki salah satu lini serang paling mematikan di dunia saat ini, dimotori oleh Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan Michael Olise.
  • Selain itu, tingkat kebugaran fisik dan kedalaman skuad Prancis dinilai sebagai yang terbaik di antara semua peserta.

Mengapa Argentina Diunggulkan?

  • Skuad asuhan Lionel Scaloni ini diunggulkan karena kekuatan kolektif mereka yang luar biasa.
  • AI membaca bahwa kepemimpinan Lionel Messi di lapangan, kekompakan tim, serta ketangguhan kiper Emiliano Martínez dalam situasi adu penalti menjadi faktor pembeda yang sangat krusial.

Spanyol, Brasil, dan Portugal Menguntit di Belakang

Tepat di bawah dua raksasa tersebut, ada Spanyol yang menguntit tipis dengan peluang sebesar 20%. AI menilai gaya main possession ball Tim Matador dan kualitas lini tengah mereka yang dikomandoi oleh Rodri sebagai yang terbaik di posisinya saat ini.