PT Pertamina (Persero) mengumumkan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh wilayah Indonesia tidak mengalami perubahan per Senin, 1 Juni 2026. Penyesuaian harga terakhir telah diberlakukan sejak 4 Mei 2026, dan hingga awal Juni ini, harga-harga tersebut masih bertahan.
Beberapa jenis BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex memang sempat mengalami kenaikan pada awal Mei lalu. Kenaikan tersebut meliputi Pertamax Turbo yang naik Rp500 dari sebelumnya Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter, Dexlite naik Rp2.400 dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex naik Rp4.000 dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026
Berikut adalah rincian harga BBM Pertamina yang berlaku per 1 Juni 2026 di berbagai wilayah:
Wilayah Jawa (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur)
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Pertalite (Subsidi) | Rp10.000 |
| Pertamax (RON 92) | Rp12.300 |
| Pertamax Green 95 | Rp12.900 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | Rp19.900 |
| Dexlite | Rp26.000 |
| Pertamina Dex | Rp27.900 |
| Bio Solar (Subsidi) | Rp6.800 |
Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp12.900
- Pertamax Turbo: Rp20.750
- Dexlite: Rp27.150
- Pertamina Dex: Rp29.100
- Bio Solar: Rp6.800
Wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Kalimantan, dan Sulawesi
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp12.600
- Pertamax Turbo: Rp20.350
- Dexlite: Rp26.600
- Pertamina Dex: Rp28.500
- Bio Solar: Rp6.800
Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam
Harga BBM di kawasan FTZ Batam cenderung lebih rendah karena bebas pajak:
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp11.750
- Pertamax Turbo: Rp18.900
- Dexlite: Rp24.700
- Pertamina Dex: Rp26.500
- Bio Solar: Rp6.800
Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Serupa dengan Batam, harga di FTZ Sabang juga lebih murah:
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp11.550
- Dexlite: Rp24.400
- Bio Solar: Rp6.800
Perbedaan harga BBM di luar Pulau Jawa umumnya disebabkan oleh biaya distribusi yang lebih tinggi. Sementara itu, kawasan Free Trade Zone seperti Batam dan Sabang mendapatkan harga yang lebih kompetitif karena adanya fasilitas bebas pajak.



