Pemerintah akan mulai menyalurkan subsidi pembelian motor listrik baru sebesar Rp5 juta per unit pada awal Juni 2026. Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi tiga kementerian dan bertujuan strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan program ini telah dikoordinasikan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain mendorong konsumsi masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, subsidi ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

Untuk tahap awal, pemerintah menyiapkan kuota sebanyak 100.000 unit motor listrik. Jika respons masyarakat tinggi dan kuota ini cepat habis, pemerintah membuka peluang untuk menambah alokasi subsidi di kemudian hari.

“Saya ingin itu masuk awal Juni diimplementasi supaya di triwulan II ada dorongan yang penting. Target utamanya adalah switch dari pemakaian BBM ke listrik sehingga impor BBM kita bisa berkurang. Ini bantu daya tahan ekonomi kita,” tegas Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026.

Daftar Harga Motor Listrik Sebelum Subsidi (Mei 2026)

MerekModelHarga OTR Jakarta (Rp)
UnitedMX-120016.800.000
MT150016.900.000
C200023.900.000
SL15022.500.000
TX-180034.900.000
TX-300041.800.000
SelisAgats16.000.000
Anmum12.000.000 (discontinued)
E-Max19.800.000
Raya15.000.000
VoltaV4023.000.000
V40126.000.000

Potensi Harga Motor Listrik Setelah Subsidi

Dengan adanya subsidi Rp5 juta, harga motor listrik di pasaran akan terpangkas signifikan. Sebagai contoh, United MX-1200 yang semula dibanderol Rp16,8 juta, kini dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp11,8 juta. Sementara itu, Volta V40 yang sebelumnya seharga Rp23 juta, berpotensi turun menjadi sekitar Rp18 juta.

Kebijakan ini diharapkan menjadi katalisator bagi percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia, sekaligus berkontribusi pada pengurangan polusi udara di perkotaan. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan program ini mengingat kuota awal yang terbatas.