Pertandingan klasik antara Persija Jakarta dan Persib Bandung yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu, 03 Mei 2026, terancam batal. Panitia pelaksana (panpel) Persija bahkan harus melakukan lobi intensif dengan PSSI untuk memastikan laga bergengsi tersebut tetap bisa digelar sesuai rencana.
Ketidakpastian ini muncul akibat padatnya jadwal penggunaan SUGBK, yang juga diprioritaskan untuk agenda tim nasional Indonesia. Kondisi tersebut mengharuskan izin penggunaan stadion dievaluasi per pertandingan, bukan diberikan secara langsung untuk beberapa laga sekaligus.
Menanggapi situasi ini, panpel Persija Jakarta tidak tinggal diam. Mereka terus melakukan lobi dan koordinasi mendalam dengan PSSI agar duel paling bergengsi di tanah air itu dapat tetap terselenggara di SUGBK.
Langkah ini dinilai krusial, mengingat laga Persija kontra Persib bukan sekadar pertandingan biasa dalam kalender kompetisi. Pertemuan kedua tim ini merupakan puncak rivalitas panjang dan penuh sejarah yang telah mengakar puluhan tahun, dikenal sebagai “Indonesian El Clasico”. Atmosfer, gengsi, dan tensi yang tercipta selalu melampaui durasi 90 menit di lapangan hijau.
Sementara itu, pihak pengelola SUGBK mengisyaratkan bahwa keputusan akhir akan sangat bergantung pada kelancaran pertandingan-pertandingan sebelumnya. Apabila laga-laga yang telah digelar di SUGBK berjalan aman, tertib, dan tanpa kendala, peluang Persija untuk kembali menggunakan stadion tersebut akan semakin besar.
Namun, jika izin penggunaan SUGBK tidak didapatkan, opsi alternatif mulai dipertimbangkan. Pertandingan berpotensi dipindahkan ke stadion lain, bahkan di luar Jakarta. Langkah ini diambil untuk memastikan laga tetap berlangsung sesuai jadwal kompetisi yang padat dan tidak memungkinkan penundaan.




